RADARBANYUWANGI.ID - DC Studios bersama Warner Bros Pictures resmi meluncurkan cuplikan video perdana film horor-misteri terbaru mereka, Clayface. Film yang menjadi bagian dari semesta utama DC ini mengangkat kisah asal-usul Matt Hagen, karakter antagonis yang selama ini dikenal sebagai salah satu musuh Batman.
Berdasarkan laporan majalah Variety pada 23 April 2026, Matt Hagen yang diperankan Tom Rhys Harries dikisahkan sebagai bintang Hollywood yang kehilangan masa depannya setelah wajahnya rusak akibat serangan kejahatan. Demi mengembalikan karier yang nyaris hancur, ia bersedia menjalani eksperimen medis berisiko tinggi yang dilakukan ilmuwan Caitlyn Corr, diperankan Naomi Ackie.
Alih-alih memperoleh kesembuhan, eksperimen tersebut justru mengubah tubuh Hagen menjadi gumpalan lumpur hidup dengan kemampuan mengerikan. Perubahan itu sekaligus memicu dendam yang kemudian menjadi awal lahirnya sosok Clayface.
Film ini disutradarai James Watkins, sementara naskahnya ditulis Mike Flanagan bersama Hossein Amini. Proyek tersebut juga melibatkan deretan nama besar sebagai produser, yakni Matt Reeves, James Gunn, dan Peter Safran.
Dalam sesi jumpa pers di Los Angeles, California, pada 23 April 2026, Co-CEO DC Studios James Gunn mengungkapkan bahwa film solo Clayface pada awalnya tidak pernah masuk dalam rencana pengembangan studio.
"Kami awalnya sama sekali tidak merencanakan untuk membuat film solo tentang karakter Clayface, sampai akhirnya Mike Flanagan menyerahkan naskah cerita ini kepada kami dan itu adalah salah satu naskah terbaik yang pernah kami baca," ujar Gunn.
Ia menambahkan, film tersebut akan menawarkan pendekatan berbeda dibandingkan film-film DC sebelumnya.
"Film ini akan terasa sangat nyata, menghadirkan nuansa psikologis yang mendalam, serta menampilkan horor tubuh yang mengerikan," lanjutnya.
Pada kesempatan yang sama, Peter Safran menegaskan bahwa kehadiran Clayface memiliki peran penting dalam pengembangan semesta utama DC. Menurutnya, meski popularitas karakter tersebut belum menyamai Joker maupun Penguin, kisah yang dimilikinya menawarkan emosi sekaligus teror yang kuat.
"Sangat penting bagi kami agar karakter Clayface menjadi bagian langsung dari semesta utama DC. Clayface mungkin tidak sepopuler Joker atau Penguin, tetapi kami merasa kisahnya sangat menyentuh, kuat, dan dalam banyak hal jauh lebih menakutkan," kata Safran.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Variety