'The Invite' Olivia Wilde Tunjukkan Taji Sinema Independen, Raup USD22 Juta di Box Office Global

Khanza Tania Amelia Setiawan • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 12:58 WIB
Film independen “The Invite” karya Olivia Wilde mencatat sukses box office dengan pendapatan global USD22 juta. (IMDb)
Film independen “The Invite” karya Olivia Wilde mencatat sukses box office dengan pendapatan global USD22 juta. (IMDb)

RADARBANYUWANGI.ID - Sinema independen kembali mencuri perhatian di tengah dominasi film-film besar musim panas. Film terbaru garapan sutradara Olivia Wilde, “The Invite”, berhasil mencatatkan performa positif di box office dengan estimasi pendapatan USD3,9 juta dari 2.110 layar bioskop pada akhir pekan lalu.

Capaian tersebut membuat pendapatan domestik film ini menyentuh angka USD15 juta. Sementara secara global, “The Invite” telah mengumpulkan total pemasukan sekitar USD22 juta.

Kesuksesan itu menjadi catatan penting karena film tersebut merupakan salah satu proyek independen paling diburu dalam Festival Film Sundance 2026. Rumah produksi A24 memenangkan hak distribusi film ini setelah melalui persaingan penawaran dengan nilai mencapai USD12 juta.

Menariknya, “The Invite” lahir dari proses produksi yang tergolong tidak biasa. Film tersebut disebut hanya membutuhkan waktu 21 hari pengerjaan dengan menggunakan pita film. Selain itu, pengambilan gambar dilakukan secara kronologis sesuai urutan cerita.

Kehadiran film ini menjadi tantangan tersendiri karena harus bersaing dengan deretan film blockbuster musim panas yang memiliki kekuatan promosi dan jaringan distribusi jauh lebih besar.

Pengamat film sekaligus jurnalis Jordan Ruimy menilai perjalanan “The Invite” di box office belum dapat disebut sepenuhnya stabil, meski menunjukkan tren positif. Menurutnya, film tersebut baru memasuki ekspansi penayangan nasional dengan jumlah layar yang lebih luas.

“Pertumbuhan film ini bisa terbantu oleh rekomendasi positif dari penonton dan kritikus. Namun, persaingan dengan film-film besar musim panas menjadi tantangan tersendiri,” tulis Ruimy dalam artikel Worldofreel.com yang diterbitkan Senin, 20 Juli 2026.

Menurut Ruimy, salah satu hambatan terbesar film independen seperti “The Invite” adalah harus berhadapan dengan karya-karya besar dari sutradara ternama. Meski demikian, kekuatan ulasan positif dinilai mampu menjaga daya tarik film tersebut dalam jangka panjang.

Peluang menuju musim penghargaan akhir tahun juga mulai diperbincangkan. Respons positif dari kritikus membuka kemungkinan film produksi A24 itu masuk dalam daftar kandidat penghargaan bergengsi, termasuk Academy Awards.

“Jika dukungan kritik kuat berlanjut hingga musim penghargaan, investasi A24 terhadap film ini bisa menjadi keputusan yang sangat menguntungkan,” ujar Ruimy.

Dari sisi penerimaan kritik, “The Invite” mendapat penilaian yang cukup tinggi. Film ini mengantongi skor 82 di Metacritic dan tingkat kepuasan kritikus sebesar 96 persen di Rotten Tomatoes.

Editor : Lugas Rumpakaadi
The Invite Olivia Wilde