Mengapa 28 Years Later Baru Hadir Setelah 22 Tahun? Ini Alasan Penundaan Sekuel Zombie Ikonik Karya Danny Boyle dan Alex Garland

Loanda Ajeng Rossiani • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 12:29 WIB
Penantian 22 tahun di balik 28 Years Later ternyata dipicu persoalan hak cipta, kesibukan para kreator, hingga pencarian ide cerita yang matang. (Sony)
Penantian 22 tahun di balik 28 Years Later ternyata dipicu persoalan hak cipta, kesibukan para kreator, hingga pencarian ide cerita yang matang. (Sony)

RADARBANYUWANGI.ID - Bagi pecinta film horor-thriller, khususnya subgenre zombie, 28 Days Later (2002) merupakan salah satu karya yang mengubah wajah perfilman modern. Film garapan sutradara Danny Boyle dengan naskah karya Alex Garland itu memperkenalkan sosok manusia terinfeksi virus Rage yang bergerak cepat dan brutal, berbeda dari gambaran zombie lambat yang selama ini dikenal dalam budaya populer.

Kesuksesan film tersebut berlanjut melalui 28 Weeks Later yang dirilis pada 2007. Namun setelah itu, kelanjutan waralaba seolah menghilang tanpa kepastian selama lebih dari dua dekade. Baru kini, kisah tersebut kembali dilanjutkan melalui 28 Years Later.

Lantas, mengapa sekuel terbaru itu membutuhkan waktu hingga hampir 22 tahun untuk benar-benar terealisasi?

Penyebab utamanya berasal dari persoalan hak cipta dan proses produksi di balik layar. Selama bertahun-tahun, kepemilikan hak waralaba terbagi di antara sejumlah pihak, termasuk Searchlight Pictures dan DNA Films. Kondisi tersebut membuat proses negosiasi untuk menyatukan hak produksi berlangsung panjang dan tidak sederhana.

Di sisi lain, para kreator utama juga disibukkan oleh berbagai proyek besar. Danny Boyle, Alex Garland, dan pemeran utama Cillian Murphy sama-sama berada di fase penting dalam perjalanan karier mereka sehingga sulit menemukan waktu yang tepat untuk kembali menggarap sekuel bersama.

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah komitmen terhadap kualitas cerita. Alex Garland dalam sejumlah wawancara pernah menegaskan bahwa dirinya bersama Danny Boyle tidak ingin membuat film lanjutan hanya demi memanfaatkan popularitas waralaba.

Mereka memilih menunggu hingga menemukan konsep yang benar-benar menawarkan gagasan baru, bukan sekadar mengulang formula lama. Inspirasi itu akhirnya muncul ketika Garland membayangkan bagaimana peradaban manusia berubah drastis setelah hidup selama lebih dari dua dekade berdampingan dengan ancaman virus Rage.

Konsep tersebut dinilai menarik karena waktu yang berlalu di dunia nyata sejalan dengan rentang waktu yang terjadi dalam cerita. Pendekatan ini memberikan ruang untuk menghadirkan dunia baru sekaligus memperkuat unsur nostalgia bagi penonton yang mengikuti film pertamanya sejak 2002.

Kabar kembalinya 28 Years Later pun disambut antusias oleh para penggemar. Film ini kembali mempertemukan Danny Boyle sebagai sutradara dan Alex Garland sebagai penulis naskah, dua sosok yang menjadi fondasi utama kesuksesan film pertama.

Tidak hanya itu, Cillian Murphy yang kini telah berstatus sebagai peraih Oscar juga kembali terlibat sebagai produser eksekutif. Kehadirannya semakin memperkuat ekspektasi terhadap kebangkitan salah satu waralaba zombie paling berpengaruh dalam sejarah perfilman.

Optimisme terhadap proyek tersebut juga terlihat dari langkah Sony Pictures yang mengamankan hak distribusi dan menyiapkan pengembangan cerita dalam bentuk trilogi baru. Keputusan itu menunjukkan besarnya kepercayaan terhadap potensi waralaba yang telah memiliki basis penggemar kuat di seluruh dunia.

Pada akhirnya, penantian selama 22 tahun justru menjadi nilai tambah bagi 28 Years Later. Waktu yang panjang memberikan kesempatan bagi para kreator untuk menyusun cerita yang lebih matang, sekaligus menghadirkan perkembangan dunia yang terasa logis sesuai perjalanan waktu.

Editor : Lugas Rumpakaadi
28 Years Later Danny Boyle Alex Garland Cillian Murphy