Jacob Elordi Kenang Momen Haru Saat Masuk Nominasi Oscar, Sang Ibu Temani Terwujudnya Mimpi Masa Kecil

Khanza Tania Amelia Setiawan • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 15:06 WIB
Jacob Elordi mengungkap kisah emosional saat pertama kali mengetahui dirinya masuk nominasi Oscar. (Variety)
Jacob Elordi mengungkap kisah emosional saat pertama kali mengetahui dirinya masuk nominasi Oscar. (Variety)

RADARBANYUWANGI.ID - Aktor muda Jacob Elordi membagikan kisah emosional di balik pencapaian terbesar dalam perjalanan kariernya setelah berhasil masuk dalam jajaran nominasi Academy Awards atau Oscar. Bagi aktor asal Australia tersebut, momen bersejarah itu terasa semakin bermakna karena ia dapat membaginya bersama sang ibu.

Dalam wawancara mendalam (extended interview) yang diunggah melalui kanal YouTube CBS Sunday Morning pada 15 Februari 2026, Elordi mengenang bahwa impian untuk suatu hari masuk nominasi Oscar telah tumbuh sejak dirinya masih remaja. Ia bahkan mengaku kerap membayangkan dan melatih pidato kemenangan sebagai cara memupuk mimpi besarnya.

"Ini sangat dramatis, tetapi saya ingat, dan aktor mana pun yang mengatakan tidak pernah melakukannya adalah pembohong. Anda pasti pernah melatih pidato Academy Awards Anda saat masih muda untuk merumuskan impian tersebut," ujar Jacob Elordi sambil tersenyum.

Ia kemudian mengingat salah satu momen yang paling membekas saat berusia sekitar 15 hingga 16 tahun. Kala itu, Elordi sempat menangis karena membayangkan sang ibu mungkin tidak akan sempat menyaksikan keberhasilannya apabila impian tersebut benar-benar terwujud.

"Saya ingat saat berusia 15 atau 16 tahun melakukannya. Dan saya ingat saya sampai meneteskan air mata karena berpikir, 'Ibu tidak akan bisa melihat ini'," kenangnya.

Kekhawatiran yang pernah menghantuinya semasa remaja itu akhirnya tidak pernah menjadi kenyataan. Pada hari pengumuman nominasi Oscar, sang ibu justru berada tepat di sisinya dan menjadi orang pertama yang menyampaikan kabar bahagia tersebut.

Elordi mengungkapkan, dirinya sengaja memilih tidur untuk mengurangi rasa gugup menunggu pengumuman nominasi. Sementara itu, sang ibu memasang alarm sejak pagi agar tidak melewatkan momen penting tersebut dan dapat langsung membangunkannya ketika hasil diumumkan.

"Pada hari saya dinominasikan, ibu ada bersama saya dan saya menyadari bahwa ibu akan melihat semua ini. Dia akan melihat semua hasil dari kerja kerasnya, semua waktu dan cinta yang telah dia investasikan. Kami bisa berbagi momen itu sekarang," tutur Elordi.

Baginya, dapat merasakan pencapaian tersebut bersama sang ibu menjadi puncak dari impian yang telah ia bangun sejak kecil. Keduanya bahkan mengaku larut dalam kebahagiaan hingga merasa tidak percaya dengan kenyataan yang sedang mereka alami.

"Jadi, berada bersamanya adalah puncak dari impian seumur hidup. Kami merasa sangat gembira sepanjang hari itu. Kami seperti berada dalam kondisi linglung, hanya berjalan mondar-mandir menabrak meja kopi karena tidak tahu harus berbuat apa," katanya.

Meski kini telah menorehkan salah satu pencapaian tertinggi di dunia perfilman, Elordi mengaku masih sering merasa tidak percaya bisa menjadi bagian dari industri film internasional. Menurutnya, rasa syukur menjadi emosi yang paling dominan karena berbagai impian yang dulu hanya ada dalam angan kini perlahan berubah menjadi kenyataan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Jacob Elordi