RADARBANYUWANGI.ID - Kesuksesan film komedi No Hard Feelings (2023) ternyata menyimpan cerita menarik di balik proses produksinya.
Aktris peraih Oscar Jennifer Lawrence mengaku sempat diliputi kekhawatiran karena suasana syuting yang menurutnya berlangsung terlalu menyenangkan.
Pengakuan tersebut disampaikan Lawrence dalam wawancara di kanal YouTube Movieweather.
Ia menceritakan bahwa selama menjalani proses pengambilan gambar bersama lawan mainnya, Andrew Barth Feldman, hampir setiap hari diwarnai gelak tawa.
Menurut Lawrence, suasana yang penuh canda itu bahkan terbawa hingga di luar lokasi syuting.
Ia mengaku masih sering tertawa sendiri saat berada di rumah karena teringat berbagai momen lucu yang terjadi selama bekerja.
"Kami tertawa sepanjang hari, setiap hari. Bahkan terkadang saat saya sudah pulang dan bersiap tidur, saya masih suka cekikikan sendiri memikirkan hari yang kami lalui," ujarnya.
Namun, kebersamaan yang terlalu santai justru membuat Lawrence sempat dilanda rasa waswas.
Ia khawatir kebiasaan tertawa dan sering merusak adegan (breaking) menjadi pertanda bahwa hasil akhir film tidak akan sebaik yang diharapkan.
Perasaan itu mendorong Lawrence mencari pendapat dari sahabatnya yang juga dikenal sebagai komedian, Amy Schumer.
Setelah proses syuting selesai, ia menghubungi Schumer untuk meminta pandangan mengenai pengalaman tersebut.
Lawrence mengaku sempat membandingkan pengalamannya dengan cerita dari sejumlah produksi film komedi lain yang justru berlangsung tanpa banyak tawa di lokasi syuting.
"Saya bertanya kepada teman saya, Amy Schumer, setelah syuting selesai. Saya bilang, 'Oh tidak, terkadang orang membuat film komedi tanpa tertawa atau merusak adegan sama sekali.' Kami justru sebaliknya. Tetapi Amy mengatakan itu justru terdengar seperti pertanda yang baik karena kami bisa tertawa setiap hari," ungkapnya.
Nasihat Schumer akhirnya membuat Lawrence merasa lebih tenang.
Kekhawatirannya pun terbukti tidak beralasan setelah No Hard Feelings mendapat sambutan positif dari penonton berkat komedi yang dinilai menghibur.
Keberhasilan film tersebut juga tidak lepas dari peran sutradara Gene Stupnitsky bersama penulis John Phillips.
Lawrence menilai keduanya telah memiliki gambaran yang matang mengenai ritme komedi sejak proses produksi hingga penyuntingan, sehingga seluruh unsur humor dapat tersaji secara efektif di layar lebar.
Editor : Lugas Rumpakaadi