Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dari Seledri hingga Semangka, Begini Cara Foley Artist Menciptakan Efek Suara Film yang Bikin Merinding

Meivira Choirotul Aqila • Sabtu, 4 Juli 2026 | 16:35 WIB
Ilustrasi - Proses pengambilan video. (Pexels/Kyle Loftus)
Ilustrasi - Proses pengambilan video. (Pexels/Kyle Loftus)

RADARBANYUWANGI.ID - Pernah refleks memejamkan mata saat mendengar suara tulang patah, tikaman pisau, atau langkah kaki misterius di lorong gelap ketika menonton film thriller? Banyak orang mengira rasa ngeri muncul karena adegan visual yang tersaji di layar. Padahal, sensasi mencekam itu justru lebih banyak dipengaruhi oleh efek suara yang terdengar begitu realistis.

Menariknya, sebagian besar suara yang membuat penonton bergidik bukan direkam langsung saat proses syuting berlangsung. Suara-suara tersebut diciptakan kembali pada tahap pascaproduksi oleh para seniman audio yang dikenal sebagai Foley Artist.

Dalam industri perfilman, Foley Artist bertugas memproduksi ulang berbagai suara yang muncul di dalam adegan, mulai dari langkah kaki, gesekan pakaian, benturan benda, hingga suara luka dan patahan tulang.

Profesi ini telah menjadi bagian penting dalam produksi film selama puluhan tahun. Hampir semua film modern, baik bergenre thriller, horor, aksi, drama, animasi, hingga film keluarga, memanfaatkan teknik Foley agar pengalaman menonton terasa lebih nyata.

Tanpa efek suara yang dibuat secara khusus, visual secanggih apa pun akan kehilangan daya emosinya. Penonton mungkin tetap memahami jalan cerita, tetapi ketegangan, kejutan, maupun suasana dramatis tidak akan terasa maksimal.

Di dalam studio Foley, terdapat beragam benda sederhana yang mungkin tidak pernah dibayangkan menjadi bagian dari produksi film. Sayuran, buah-buahan, sepatu bekas, ranting kayu, logam, hingga berbagai peralatan rumah tangga disusun sebagai "instrumen" untuk menciptakan efek suara.

Seri dokumenter Insider pernah memperlihatkan bagaimana para Foley Artist menghasilkan suara-suara ekstrem menggunakan benda sehari-hari.

Salah satu contohnya adalah suara tulang yang patah atau remuk dalam film thriller seperti Saw. Efek mengerikan tersebut ternyata cukup dibuat dengan mematahkan batang seledri segar atau wortel tepat di depan mikrofon.

Sementara itu, suara pisau yang menusuk tubuh biasanya dihasilkan dari tusukan ke buah semangka. Adapun suara daging yang terkoyak dibuat dengan meremas atau menyobek kubis basah sehingga menghasilkan tekstur bunyi yang menyerupai jaringan tubuh manusia.

Tak hanya film horor, teknik serupa juga digunakan dalam berbagai film aksi hingga petualangan. Suara pukulan, hentakan kaki, gesekan pakaian, bahkan suara hujan yang terdengar alami sering kali merupakan hasil kreativitas para Foley Artist di studio, bukan suara asli dari lokasi syuting.

Efek suara memiliki peran besar karena otak manusia memproses gambar dan audio secara bersamaan. Ketika suara terdengar meyakinkan, otak akan menganggap adegan tersebut benar-benar terjadi meskipun sebenarnya merupakan hasil rekayasa audio.

Inilah alasan mengapa banyak penonton merasa lebih merinding saat mendengar suara tertentu dibanding hanya melihat visualnya. Kombinasi gambar dan efek suara yang presisi mampu meningkatkan emosi, ketegangan, bahkan membuat penonton ikut merasakan rasa sakit atau bahaya yang dialami karakter dalam film.

Pentingnya efek suara juga dirasakan oleh kalangan muda yang menikmati dunia perfilman. Sisil, seorang pelajar yang menyukai seni, menilai keberadaan Foley Artist menjadi bagian penting yang menentukan kualitas sebuah film.

"Ya kalo ga ada foley artist gitu kan kosong ya filmnya, hampa gitu hambar yaaa ga dapet gitu lah pas nonton, even though editan film atau visualnya gila banget tapi kalo ga ada efek suaranya kan kosong," ujar Sisil.

Menurut remaja berusia 18 tahun ini, visual yang memukau tidak akan memberikan pengalaman menonton yang utuh tanpa dukungan audio yang mampu membangun suasana.

Foley Artist merupakan salah satu profesi yang bekerja jauh dari sorotan kamera. Meski namanya jarang dikenal masyarakat, hasil karya mereka hampir selalu hadir dalam setiap film yang ditonton jutaan orang di seluruh dunia.

Lain kali ketika Anda bergidik mendengar suara tulang patah, tikaman pisau, atau langkah kaki yang perlahan mendekat di bioskop, jangan buru-buru membayangkan proses syuting yang mengerikan. Bisa jadi, suara tersebut berasal dari sebatang seledri, semangka, atau kubis yang dimainkan dengan penuh kreativitas di balik sunyinya sebuah studio rekaman. (*)

*) Penulis adalah siswa jurusan BCF 2 SMKN 1 Banyuwangi

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Foley Artist #Efek suara #film thriller