RADARBANYUWANGI.ID - Adaptasi film komedi romantis People We Meet on Vacation mendapat restu langsung dari penulis novel aslinya, Emily Henry. Penulis novel terlaris tersebut menilai chemistry Emily Bader dan Tom Blyth berhasil menghidupkan karakter Poppy dan Alex persis seperti yang ia bayangkan ketika menulis kisah itu.
Pernyataan tersebut menjadi kabar yang melegakan bagi pembaca novel sekaligus penonton film produksi Netflix. Sejak proyek adaptasi diumumkan, banyak penggemar berharap hubungan emosional Poppy dan Alex, yang menjadi kekuatan utama novel, dapat diterjemahkan dengan baik ke layar.
Novel People We Meet on Vacation merupakan salah satu karya romantis paling populer dari Emily Henry. Kisahnya mengikuti perjalanan persahabatan Poppy dan Alex yang berkembang menjadi hubungan penuh dinamika emosional setelah bertahun-tahun menjalani tradisi berlibur bersama.
Dalam wawancara eksklusif yang diterbitkan Salon.com pada 14 Januari 2026, Emily Henry mengaku sangat puas dengan pemilihan pemeran utama. Menurutnya, Emily Bader dan Tom Blyth mampu menghadirkan karakter sebagaimana yang selama ini hidup di dalam imajinasinya.
"Emily Bader memiliki energi alami yang bergejolak dan itu sangat melekat pada sosok Poppy. Dan Tom berhasil membawakan Alex dengan membumi, menghidupkan pesona karakter yang kaku tapi sebenarnya sangat peduli. Itu persis seperti yang saya bayangkan di dalam buku," ujar Emily Henry.
Pujian tersebut memiliki arti penting karena tidak sedikit adaptasi novel populer yang menuai kritik akibat dianggap gagal menerjemahkan karakter favorit pembaca. Dalam kasus People We Meet on Vacation, penilaian positif justru datang langsung dari pencipta cerita, sehingga menjadi indikator bahwa film berupaya mempertahankan esensi novel.
Di balik chemistry yang menuai pujian, proses pemilihan pemain ternyata berlangsung dalam situasi yang tidak biasa. Berdasarkan laporan Salon.com, Emily Bader dan Tom Blyth menjalani chemistry-read secara daring melalui Zoom karena berada di dua negara berbeda.
Saat mengikuti audisi, Emily Bader sedang berada di Swedia. Ia mengaku harus mencari ruangan kosong di rumah tempatnya menginap agar dapat mengikuti tes dengan tenang. Sementara itu, Tom Blyth mengikuti audisi dari Bulgaria.
"Saya waktu itu sedang di Swedia, bersusah payah mencari kamar kosong di sebuah rumah acak yang saya tinggali. Saya sangat, sangat gugup. Tapi Tom benar-benar hadir dan sangat mendukung," kenang Emily Bader dalam wawancara yang dipublikasikan Salon.com pada 18 Januari 2026.
Meski hanya dipertemukan melalui layar komputer, keduanya langsung menunjukkan kecocokan yang kuat. Jarak ribuan kilometer antara Swedia dan Bulgaria tidak menjadi penghalang munculnya hubungan emosional yang dibutuhkan untuk memerankan Poppy dan Alex.
Tom Blyth mengungkapkan bahwa chemistry yang muncul selama audisi langsung meyakinkan sutradara Brett Haley.
"Brett menelepon saya tepat setelah audisi selesai dan berkata, 'Nah, itu keputusan yang sangat mudah, bukan?' Semuanya terasa begitu mudah bagi sang sutradara karena kecocokan kami langsung instan," kata Tom.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keputusan memilih Emily Bader dan Tom Blyth tidak membutuhkan proses panjang setelah chemistry-read selesai. Kecocokan yang terlihat sejak pertemuan pertama menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penentuan pemeran.
Selain membahas proses audisi, kedua aktor juga mengenang tantangan selama proses produksi film.
Salah satu adegan yang paling menguras tenaga adalah sekuens dansa yang harus direkam selama berjam-jam di atas lantai yang sangat lengket. Kondisi tersebut membuat proses syuting berlangsung lebih melelahkan dari yang terlihat di layar.
Meski demikian, Emily Bader dan Tom Blyth sepakat seluruh perjuangan tersebut sepadan. Mereka ingin memastikan momen romantis yang menjadi salah satu bagian penting dalam novel dapat diterjemahkan secara maksimal ke dalam film. (*)
*) Penulis adalah siswa jurusan PM 2 SMKN 1 Banyuwangi
Editor : Lugas Rumpakaadi