RADARBANYUWANGI.ID - Aktor peraih nominasi Oscar, Timothée Chalamet, menjadi sorotan setelah komentarnya mengenai opera dan balet memicu gelombang kritik dari komunitas seni pertunjukan. Pernyataan yang disampaikannya saat membahas masa depan industri bioskop itu viral di media sosial dan memancing respons dari sesama aktor, penyanyi opera, hingga institusi balet ternama.
Kontroversi bermula ketika Chalamet tampil dalam acara spesial Variety & CNN Town Hall bersama aktor senior Matthew McConaughey. Diskusi yang diunggah melalui kanal YouTube Variety pada 25 Februari 2026 tersebut berlangsung di hadapan mahasiswa University of Texas di Austin dengan tema masa depan dunia perfilman di tengah perubahan pola konsumsi hiburan.
Timothée Chalamet dikenal sebagai salah satu aktor muda paling berpengaruh di Hollywood. Kariernya terus menanjak lewat berbagai film yang sukses secara kritik maupun komersial, sehingga setiap pernyataannya kerap menjadi perhatian publik. Karena itu, komentarnya kali ini memicu perdebatan luas, tidak hanya di kalangan pencinta film, tetapi juga komunitas seni pertunjukan.
Dalam diskusi tersebut, Chalamet mengungkapkan kekhawatirannya terhadap masa depan film arus utama. Menurutnya, industri bioskop perlu tetap mampu menarik penonton dalam jumlah besar agar tidak berubah menjadi hiburan yang hanya dinikmati kelompok tertentu.
Ia kemudian menggunakan analogi yang justru menjadi sumber kontroversi.
"Saya tidak ingin bekerja di dunia balet atau opera, di mana kita seperti dipaksa menjaga sesuatu agar tetap hidup, padahal sudah tidak ada lagi orang yang peduli," ujar Chalamet.
Sesaat setelah mengucapkan pernyataan tersebut, ia tampak menyadari bahwa analoginya berpotensi menimbulkan reaksi negatif. Dengan nada bercanda, ia mengatakan kemungkinan baru saja kehilangan sebagian penonton karena menyerang sesuatu tanpa alasan.
Matthew McConaughey yang berada di panggung yang sama berusaha meluruskan maksud rekannya tersebut.
"Itu bukan serangan, aku paham apa yang kamu maksud," kata McConaughey.
Meski demikian, potongan video wawancara itu dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan memicu perdebatan luas.
Banyak pelaku seni menilai pilihan kata Chalamet kurang tepat karena terkesan merendahkan cabang seni lain yang memiliki sejarah panjang serta basis penonton yang tetap berkembang.
Aktris legendaris Jamie Lee Curtis menjadi salah satu figur publik pertama yang memberikan tanggapan. Melalui Instagram Story, ia mempertanyakan mengapa sesama seniman justru menjatuhkan bentuk seni lainnya.
"Mengapa ada seniman yang menjatuhkan seniman lainnya?" tulis Curtis.
Kritik juga datang dari penyanyi opera asal Amerika Serikat, Isabel Leonard. Dalam kolom komentar unggahan Variety, Leonard mengaku kecewa terhadap pernyataan Chalamet.
Menurutnya, seorang seniman semestinya memiliki pandangan yang lebih luas terhadap berbagai bentuk ekspresi seni. Ia juga menilai komentar yang dianggap menyerang cabang seni lain justru mencerminkan kurangnya penghargaan terhadap sesama pelaku industri kreatif.
Respons resmi turut disampaikan English National Ballet melalui unggahan Instagram pada 9 Maret 2026.
Institusi tari bergengsi tersebut menegaskan bahwa seni balet masih berkembang dan terus menarik minat masyarakat.
"Kami dengan senang hati melaporkan bahwa balet tidak hanya hidup dan sehat, tetapi juga berkembang pesat. Lebih dari 200.000 orang menghadiri pertunjukan kami untuk merasakan kekuatan balet," tulis English National Ballet.
Pernyataan tersebut menjadi bantahan langsung terhadap anggapan bahwa opera maupun balet sudah tidak lagi memiliki audiens.
Hingga kini, pihak perwakilan Timothée Chalamet belum memberikan komentar maupun klarifikasi resmi terkait polemik yang berkembang setelah cuplikan wawancara tersebut viral. (*)
*) Penulis adalah siswa jurusan PM 2 SMKN 1 Banyuwangi
Editor : Lugas Rumpakaadi