Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Viral di TikTok dan X, Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita Buka Diskusi Baru soal Papua dan Krisis Lingkungan

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 21 Mei 2026 | 07:05 WIB
Film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita viral di media sosial. (KaltimPost)
Film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita viral di media sosial. (KaltimPost)

RADARBANYUWANGI.ID - Film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita belakangan menjadi perbincangan luas di media sosial, terutama di kalangan mahasiswa dan generasi muda. Film garapan sutradara Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale itu menarik perhatian publik karena mengangkat persoalan Papua dari sudut pandang masyarakat adat yang terdampak proyek pembangunan berskala besar.

Di TikTok hingga X, potongan adegan film, ulasan penonton, serta cuplikan diskusi terus bermunculan. Banyak warganet mengaku tersentuh setelah menyaksikan dokumenter berdurasi sekitar 95 menit tersebut.

“Saya merasa sesak setelah menonton. Selama ini pembangunan selalu terdengar positif, tetapi film ini memperlihatkan sisi lain yang jarang dibahas,” tulis salah satu pengguna media sosial dalam unggahannya.

Baca Juga: Saldo Minimum Bank Mandiri, BRI, dan BNI Terbaru Mei 2026: Jangan Sampai Rekening Tidak Aktif karena Salah Paham

Berbeda dari dokumenter lingkungan pada umumnya, Pesta Babi tidak hanya menyoroti kerusakan alam, tetapi juga hubungan erat masyarakat adat dengan tanah, hutan, dan ruang hidup mereka. Film ini menggambarkan perubahan besar yang terjadi di Papua Selatan akibat ekspansi perkebunan dan proyek pangan nasional.

Hutan adat milik masyarakat suku Malind, Awyu, hingga Muyu yang selama ini menjadi sumber kehidupan perlahan berubah menjadi kawasan industri perkebunan dan proyek pangan skala besar. Lewat visual dan narasi yang kuat, penonton diajak melihat dilema antara pertumbuhan ekonomi dan keberlangsungan hidup masyarakat adat.

Judul Pesta Babi juga menjadi salah satu faktor yang memicu rasa penasaran publik. Dalam budaya Papua, babi memiliki nilai penting dan sakral dalam kehidupan adat. Simbol tersebut digunakan sebagai kritik terhadap pihak-pihak yang dianggap memperoleh keuntungan besar di tengah menyusutnya ruang hidup masyarakat lokal.

Baca Juga: Dandhy Laksono Jawab Sorotan KSAD soal Dana Film Pesta Babi, Semua Dikerjakan Gotong Royong dan Pro Bono

“Film ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga soal manusia dan identitas budaya yang perlahan terdesak,” ujar seorang peserta diskusi film dalam unggahan video yang beredar di media sosial.

Ramainya pembahasan dokumenter tersebut semakin meluas setelah muncul kabar sejumlah acara nonton bareng atau nobar dibubarkan di beberapa daerah. Situasi itu memicu perdebatan mengenai kebebasan berekspresi, kritik sosial, hingga cara generasi muda memandang isu pembangunan.

Di sisi lain, banyak anak muda justru menilai film tersebut sebagai bentuk keberanian sineas dokumenter dalam mengangkat isu sosial dan lingkungan yang jarang mendapat perhatian publik secara luas.

Fenomena viralnya Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita sekaligus menunjukkan meningkatnya minat generasi muda terhadap film dokumenter. Tidak sekadar hiburan, dokumenter kini mulai dipandang sebagai ruang refleksi untuk memahami persoalan sosial, lingkungan, dan kemanusiaan yang dekat dengan realitas masyarakat.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Dandhy Laksono #film dokumenter Papua #Pesta Babi Kolonialisme di Zaman Kita #isu masyarakat adat Papua #film viral TikTok X