RADARBANYUWANGI.ID - Industri hiburan Korea Selatan tengah dihebohkan dengan perilisan Bloodhounds Season 2 di Netflix pada 3 April 2026.
Tak hanya melanjutkan cerita dari season sebelumnya, pada musim terbaru ini, ada kejutan besar lewat transformasi drastis ikon K-pop, Rain (Jung Ji-hoon), yang untuk pertama kalinya dalam 20 tahun kariernya, berperan sebagai tokoh antagonis utama.
Rain memerankan karakter Baek Jeong, pemimpin organisasi tinju tanpa sarung tangan (bare-knuckle) ilegal bernama IKFC.
Karakter ini digambarkan sebagai sosok yang tidak mengenal belas kasihan dan rakus dalam mengeksploitasi petarung yang rentan.
Pendalaman peran yang dilakukan Rain kabarnya begitu intens hingga terbawa ke kehidupan pribadinya.
Ia mengungkapkan bahwa sang istri, aktris Kim Tae-hee, bahkan sempat menegurnya karena aura dingin sang villain yang masih melekat saat ia berada di rumah.
Dalam sebuah pernyataan resmi, Rain mengakui adanya tekanan besar saat mengambil peran yang bertolak belakang dengan citra positifnya selama ini.
“Memerankan karakter jahat terasa seperti beban yang sangat besar. Saya selalu memainkan karakter yang baik hati, tetapi Baek Jeong mendorong saya melampaui batas kenyamanan saya,” ungkap Rain (Jung Ji-hoon).
Selain Rain, musim kedua ini memperkuat barisan pemainnya dengan kehadiran Choi Si-won dari Super Junior.
Si-won berperan sebagai Hong Min-beom, karakter yang memberikan dukungan emosional sekaligus energi segar bagi duo pemeran utama, Woo Do-hwan (Gun-woo) dan Lee Sang-yi (Woo-jin).
Netflix juga memanjakan penonton dengan deretan cameo papan atas yang muncul secara strategis di sepanjang 7 episode.
Mulai dari penampilan Gong Myung di episode perdana, hingga kehadiran aktor A-list Park Seo-jun. Tak ketinggalan, musisi R&B Dex, Chansung 2PM, dan Ryu Kyung-soo juga turut memberikan kejutan yang memicu ledakan reaksi di media sosial.
Secara teknis, Bloodhounds Season 2 menawarkan peningkatan kualitas pada koreografi aksi yang lebih brutal dan realistis.
Fokus pada sindikat global IKFC membuat skala konflik terasa lebih masif dibandingkan dengan musim pertamanya.
Editor : Lugas Rumpakaadi