RADARBANYUWANGI.ID - Michelle Ziudith selama ini identik sebagai aktris drama romantis yang lekat dengan kisah cinta penuh emosi.
Namun, lewat film Alas Roban, ia mengambil langkah berani dengan menjajal genre horor untuk pertama kalinya.
Film garapan sutradara Hadrah Daeng Ratu ini menjadi penanda fase baru dalam perjalanan karier Michelle di industri perfilman Indonesia.
Dalam Alas Roban, Michelle memerankan Sita, seorang ibu yang terjebak dalam situasi ekstrem dan harus menghadapi kegelapan demi menyelamatkan anaknya.
Peran ini tidak hanya menuntut keberanian menghadapi unsur horor, tetapi juga penghayatan emosional yang mendalam.
Bukan Sekadar Horor, tetapi Drama Keluarga yang Kuat
Michelle mengungkapkan bahwa ketertarikannya pada Alas Roban bukan semata karena unsur teror, melainkan kekuatan naskahnya.
Film ini menawarkan cerita dengan alur yang solid, emosional, dan minim celah logika.
Meski mengaku sebagai pribadi yang penakut, Michelle akhirnya menerima tantangan tersebut karena karakter Sita menghadirkan drama keluarga yang hangat dan relevan.
Melalui peran ini, ia mengekspresikan kasih sayang seorang ibu yang tanpa batas, bahkan rela mempertaruhkan hidup dan jiwanya demi anak.
Tantangan Fisik dan Mental Selama Syuting
Proses produksi Alas Roban dilakukan langsung di lokasi asli kawasan Alas Roban yang dikenal memiliki aura misterius.
Kondisi tersebut membuat syuting menjadi pengalaman yang menguras fisik dan mental.
Michelle sempat jatuh sakit di tengah jadwal pengambilan gambar yang padat.
Tekanan semakin berat ketika lokasi syuting dilanda hujan deras dan banjir bandang.
Dalam kondisi tersebut, ia menyimpan ketakutannya sendiri demi menjaga kelancaran produksi.
Ketenangan sutradara Hadrah Daeng Ratu menjadi faktor penting yang membuat Michelle mampu bertahan hingga proses syuting selesai.
Sikap tenang dan meyakinkan sang sutradara memberikan rasa aman di tengah situasi yang penuh ketidakpastian.
Pengalaman Mistis di Lokasi Alas Roban
Nuansa horor Alas Roban tidak hanya hadir dalam cerita film, tetapi juga dirasakan langsung oleh para pemainnya.
Michelle dan Fara Shakila mengungkapkan pengalaman mistis berupa aroma bunga melati atau sedap malam yang muncul tiba-tiba di tengah hutan.
Fenomena tersebut kerap terjadi menjelang waktu Maghrib hingga syuting malam berlangsung, menambah kesan mencekam selama produksi film.
Syuting di Malam Satu Suro
Pengambilan gambar yang dilakukan bertepatan dengan malam satu Suro turut memberikan atmosfer tersendiri.
Malam yang dianggap sakral oleh masyarakat Jawa ini beriringan dengan cuaca ekstrem di lokasi syuting.
Sebagian kru mengenakan sarung sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi.
Meski sempat merasa khawatir, Michelle mengaku kembali tenang setelah mendapat penjelasan dari sang sutradara bahwa malam tersebut juga bertepatan dengan tahun baru Islam.
Peran Aktor Pendukung yang Emosional
Selain Michelle Ziudith, film ini juga dibintangi Rio Dewanto sebagai Sapto, seorang sopir ambulans dengan trauma masa lalu.
Karakter Sapto memiliki lapisan emosional mendalam akibat kehilangan keluarga di kawasan Alas Roban.
Taskya Namya, yang berperan sebagai Budhe Ika, menyebut film ini bukan sekadar horor, tetapi juga sarat dengan nilai kekeluargaan.
Ia memuji gaya penyutradaraan Hadrah Daeng Ratu yang memberi ruang eksplorasi bagi para aktor untuk menghidupkan karakter secara utuh.
Alas Roban dan Fase Baru Karier Michelle Ziudith
Lebih dari satu dekade berkarier, Michelle Ziudith membuktikan konsistensinya sebagai aktris yang terus berkembang.
Dari sinetron remaja, film romantis populer, hingga kini film horor psikologis, ia menunjukkan keberanian keluar dari zona nyaman.
Alas Roban tidak hanya menjadi debut horor Michelle, tetapi juga cerminan kedewasaan aktingnya.
Film ini diharapkan mampu menyentuh emosi penonton sekaligus menghadirkan pengalaman horor yang autentik.
Film Alas Roban dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 15 Januari 2026, hasil kolaborasi Unlimited Production, Narasi Semesta, dan Legacy Pictures.
Editor : Lugas Rumpakaadi