RADARBANYUWANGI.ID - Freya Allan kini menjadi salah satu wajah paling dikenal di jagat fantasi berkat perannya sebagai Cirilla Fiona Elen Riannon atau Ciri dalam serial The Witcher di Netflix.
Selama delapan tahun membawakan karakter pewaris tahta Cintra itu, Allan bisa dibilang tumbuh bersama perannya. Namun, perjalanan panjang itu hampir saja berakhir lebih cepat.
Dalam wawancara eksklusif bersama NME, aktris kelahiran Oxford, Inggris, ini mengaku pernah berniat meninggalkan The Witcher selepas Henry Cavill, pemeran Geralt of Rivia, hengkang dari serial usai musim ketiga.
“Musim 3 adalah musim yang sangat sulit bagi semua orang. Saya menangis karena ingin menyelesaikan serial ini bersama pria yang memerankan ayah angkat saya,” ujarnya mengenang.
Terpukul oleh Kepergian Henry Cavill
Cavill bukan pemain biasa bagi Allan. Sejak awal, ia menjadi sosok mentor, pelindung, sekaligus figur ayah dalam cerita maupun dunia nyata di lokasi syuting.
Ketika kabar kepergian Cavill mulai ramai, Allan justru baru tahu sehari sebelumnya.
Hal itu membuatnya untuk pertama kali membayangkan hidup tanpa The Witcher.
“Dia adalah Geralt yang saya tumbuh bersama sejak awal. Rasanya aneh melihat pemeran utama justru pergi,” tuturnya.
Pergantian pemeran Geralt kepada Liam Hemsworth pun sempat memunculkan kekhawatiran besar dalam dirinya.
Meski pada akhirnya, Allan mengaku seluruh pemain menyambut Hemsworth dengan hangat.
Ia bahkan mengaku sudah mengidolakan The Hunger Games yang dibintangi sang aktor.
Baca Juga: Dispendik Banyuwangi Fokus Turunkan Angka ATS, Sekolah Dilarang Keluarkan Siswa Bermasalah
Terinspirasi Melanjutkan Semangat Henry Cavill
Dikenal sebagai aktor yang sangat mencintai novel The Witcher karya Andrzej Sapkowski, Cavill kerap memperjuangkan dialog dan detail cerita yang setia pada buku.
Setelah ia pergi, Allan justru mengambil alih peran itu.
“Saya benar-benar ingin memberikan apa yang penggemar inginkan,” katanya.
“Ketika Henry pergi, saya terinspirasi untuk melanjutkan perjuangannya.”
Ia bahkan tidak segan memberi masukan langsung kepada showrunner Lauren S. Hissrich, terutama saat proses produksi musim keempat dan kelima berlangsung berbarengan.
Namun ironisnya, Allan justru terkejut ketika sebagian penonton mengkritik elemen cerita dalam musim keempat—padahal banyak yang diambil langsung dari novel.
Tetap Bertahan untuk Menyelesaikan Perjalanan Ciri
Keputusan Allan bertahan menjadi titik penting kelangsungan serial tersebut. Ia menyebut musim terakhir adalah proses paling melelahkan, namun sarat kepuasan batin.
“Musim terakhir itu menguras segalanya dari diri saya, tapi saya sangat puas,” tegasnya.
Kini, musim keempat The Witcher sudah tayang di Netflix. Sementara musim kelima—yang akan menutup perjalanan Geralt, Ciri, dan Yennefer—masih menunggu jadwal rilis resmi.
Bagi Freya Allan, ini bukan sekadar peran. Ini adalah perjalanan coming-of-age seorang gadis muda yang tumbuh menjadi pahlawan—baik di layar maupun dunia nyata.
Dan untuk penggemar The Witcher, keputusan Allan untuk tetap bertahan adalah jaminan bahwa cerita Ciri akan mencapai akhir yang layak. (*)
Editor : Ali Sodiqin