Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Murderer Report: Ketika Wawancara Berubah Jadi Pertarungan Psikologis

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Minggu, 26 Oktober 2025 | 15:30 WIB
Photo
Photo

RADARBANYUWANGI.ID - Sedang mencari film yang bikin jantung deg‑deg‑an tapi bukan karena adegan kejar‑kejaran biasa? Film “Murderer Report” bisa jadi jawabanmu. Dengan hanya satu ruang, satu kamera, dan dua karakter utama, film ini mengubah apa yang tampak sebagai wawancara menjadi medan pertempuran mental yang mengerikan dan sangat relevan untuk zaman media sosial dan viral saat ini.

Murderer Report (2025)
Murderer Report (2025)

Sinopsis Singkat  

Veteran jurnalis Cho Yeo‑jeong berperan sebagai Seon‑ju, wanita yang mengerahkan seluruh kariernya untuk mendapatkan satu eksklusif besar. Ia kemudian didekati oleh psikiater bernama Young‑hoon (Jung Sung‑il) yang mengejutkannya dengan pengakuan bahwa ia adalah pembunuh berantai yang telah mengambil 11 nyawa orang. Young‑hoon menuntut satu hal dari Seon‑ju, wawancara satu‑lawannya. “Jika wawancaranya berhenti, pembunuhan berikutnya akan terjadi,” ujarnya dingin. Seon‑ju yang selama ini hidup dalam dunia berita dan eksklusif menemukan dirinya terjebak dalam permainan Young‑hoon yang lebih besar dari sekadar headline.

Tatapan Daripada Aksi

Bedanya film ini dengan thriller lainnya, bukan kejar‑kejaran mobil atau ledakan besar. Mayoritas kisah terjadi dalam ruang hotel mewah, di kursi berhadapan dengan kamera sebagai saksi bisu. Setiap jeda, tatapan mata, bahkan suara napas menjadi alat untuk membangun ketegangan. Seon‑ju yang awalnya merasa dominan justru menjadi pihak yang bermain aman namun perlahan mulai sadar bahwa Young‑hoon memegang kendali.

Dilema Etika dan Media  

Salah satu tema penting, apa batas jurnalisme? Seon‑ju mengejar eksklusif. Tapi apa yang terjadi ketika eksklusif itu datang dari kejahatan yang nyata? Film ini dengan cerdas mengangkat pertanyaan, apakah semua sisi kebenaran bisa atau harus dipublikasikan? Dan di mana letak kemanusiaan ketika sebuah kisah menjadi headline? Young‑hoon sendiri menyajikan argumen provokatif bahwa pembunuhannya adalah “terapi” untuk korban atau pelaku.

Akting Dua Bintang Utama

Cho Yeo‑jeong dan Jung Sung‑il tampak bermain dengan arsip yang berat. Jung Sung‑il menampilkan sisi dingin dan menakutkan dala­m karakter Young‑hoon.

Cho Yeo‑jeong sebagai Seon‑ju menyeimbangkan antara profesionalisme dan kerentanan yang terselubung. Chemistry mereka terasa mencekam dalam trailer yang sudah dirilis, menyiarkan ketegangan sejak pertama.

Aspek Produksi & Rilis  

Film ini disutradarai oleh Cho Young‑joon dan dirilis di Korea Selatan pada tanggal 5 September 2025. Dengan anggaran sekitar 5.5 miliar KRW, film ini mencatat angka opening yang cukup signifikan, meskipun menghadapi persaingan ketat di box office. Waktu berjalan‑jalan ke sudut ruang wawancara yang sempit tapi berat makna membuat film ini terasa seperti pertunjukan panggung berlatar bioskop.

Jika kamu suka thriller yang bikin mikir, bukan cuma bikin deg-degan, “Murderer Report” layak banget. Tidak hanya karena plotnya yang unik, tapi juga karena film ini menantang kita sebagai penonton, sampai mana kita ingin tahu? Sampai mana kita boleh diam? Siap untuk ikut dalam permainan ini?


Penulis : Maharani Valensya Nurma Yunita | Magang Jurnalistik Radar Banyuwangi

Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News

Editor : Ali Sodiqin
#film #film korea #film thriller korea #Murderer Report #film korea 2025 #film thriller #Korea Selatan