Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Rangga & Cinta (2025): Rebirth Kisah Legendaris dengan Sentuhan Musikal dan Aura Baru

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Senin, 20 Oktober 2025 | 00:00 WIB
Rangga dan Cinta rebirth dari Ada Apa Dengan Cinta?
Rangga dan Cinta rebirth dari Ada Apa Dengan Cinta?

RADARBANYUWANGI.ID - Lebih dari dua dekade setelah Ada Apa Dengan Cinta? (AADC) menjadi ikon romansa remaja Indonesia, kini kisah Rangga dan Cinta kembali hadir, namun dengan banyak perubahan.

Film ini bukan sekadar remake biasa, tapi sebuah rebirth musikal yang menggabungkan elemen klasik dan inovasi modern. Mulai dari pemilihan pemain baru, aransemen ulang lagu ikonik, hingga pendekatan visual yang segar, Rangga & Cinta menjanjikan pengalaman baru bagi generasi lama dan baru.

Latar & Sinopsis Singkat  

Film ini tetap mengambil latar tahun 2001. Cinta, siswi populer dan supel bertemu Rangga, siswa introvert yang meraih prestasi dalam lomba puisi. Ketertarikan pun tumbuh, namun konflik emosional dan dinamika masa remaja menjadi ujian bagi hubungan mereka. Cerita memori, persahabatan Geng Cinta, dan puisi tetap menjadi bagian penting tapi kini diselingi unsur musikal dan lagu baru yang diaransemen ulang.

Tim Kreatif & Produksi

Film Rangga & Cinta digarap oleh Riri Riza sebagai sutradara, dengan produser Mira Lesmana, Nicholas Saputra, dan Toto Prasetyanto. Naskah ditulis oleh Mira dan Titien Wattimena. Dari segi musik, Melly Goeslaw dan Anto Hoed kembali dipercaya menghadirkan 11 lagu, termasuk dua lagu baru. Proses audisi berlangsung selama enam bulan dengan lebih dari 700 peserta. Film berdurasi 119 menit ini menyelesaikan syuting dan pascaproduksi menjelang 2025.

Pemeran & Karakter Baru

El Putra Sarira sebagai Rangga (debut layar lebar)

Leya Princy sebagai Cinta (Herleyava Princy)

Karakter pendukung dalam Geng Cinta:  

 • Jasmine Nadya → Alya

 • Kyandra Sembel → Maura

 • Katyana Mawira → Milly

 • Daniella Tumiwa → Karmen

 • Rafly Altama → Mamet

 • Rafi Sudirman → Borne

Keunikan & Pembeda Versi Ini  

Versi terbaru Rangga & Cinta tampil beda lewat elemen musikal, dengan adegan bernyanyi dan tarian yang menyatu dalam cerita. Puisi klasik Rako Prijanto tetap hadir, tapi dengan gaya baru yang lebih modern. Visualnya juga dibuat lebih segar tanpa meninggalkan kesan nostalgia. Bukan sekadar sekuel, film ini adalah “rebirth” yang membawa semangat lama dalam kemasan baru. Nicholas Saputra kini tak lagi jadi Rangga, tapi terlibat sebagai produser dan ikut memilih aktor baru untuk menjaga warisan karakter.

Tayang & Premiere  

Film ini resmi melakukan world premiere di ajang Busan International Film Festival (BIFF) ke-30 pada 18 September 2025, memperkenalkan versi barunya ke publik internasional. Untuk penonton Indonesia, film ini mulai tayang serentak di bioskop pada 2 Oktober 2025. Trailer resminya yang dirilis pada 29 Juli 2025 langsung mencuri perhatian, karena memadukan nuansa nostalgia dengan sentuhan musikal modern lewat lagu-lagu ikonik seperti “Bimbang” dan “Ku Bahagia.”

Tantangan & Harapan  

Tantangan yang dihadapi film angga & Cinta versi terbaru tidaklah kecil. Ekspektasi dari penggemar lama tentu tinggi, mengingat versi orisinalnya sangat membekas di hati penonton. Menyajikan sesuatu yang segar tanpa mengkhianati warisan film lamanya menjadi PR besar. Salah satu tantangan utama adalah menyatukan elemen puisi dan musikal secara harmonis agar tidak sekadar menjadi tempelan, tapi tetap memperkuat narasi. Selain itu, karakter-karakter ikonik seperti Rangga dan Cinta harus diinterpretasikan ulang dengan cara yang relevan untuk generasi sekarang, tanpa kehilangan kedalaman emosinya.

Remake ini bukan sekadar nostalgia, tapi usaha menyuguhkan kembali kisah cinta klasik lewat lensa yang lebih segar dan berani. Dengan pendekatan musikal, visual modern, dan keterlibatan kreator orisinal, film ini menjanjikan pengalaman berbeda. Apakah hasilnya akan sekuat versi terdahulu? Penontonlah yang akan menilai. Tapi satu hal pasti, cinta dan puisi tidak pernah lekang oleh waktu.

Penulis : Maharani Valensya Nurma Yunita | Magang Jurnalistik Radar Banyuwangi

Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News

Editor : Ali Sodiqin
#film #Rangga dan Cinta #El Putra Sarira #film indonesia #Ada Apa Dengan Cinta 2 #Ada Apa Dengan Cinta? #Leya Princy #Film Indonesia 2025