RADARBANYUWANGI.ID - Sebelum Netflix, VIU, atau platform streaming jadi primadona, penggemar drakor di Indonesia punya sumber utama tontonan: televisi nasional.
Di era 2000-an hingga awal 2010-an, banyak drama Korea hadir di layar kaca seperti Indosiar, Trans TV, dan RCTI.
Tayangan-tayangan itu tak hanya menghibur, tapi juga jadi kenangan manis bagi banyak orang. Berikut deretan drakor legendaris yang dulu sempat menghiasi malam kamu di rumah.
Full House (2004)
Drama ini jadi gerbang awal banyak orang mengenal drama Korea. Dibintangi Rain dan Song Hye-kyo, kisah cinta pura-pura antara artis top dan penulis naskah ini jadi hits besar.
Chemistry kuat, cerita lucu, dan setting pantai tropis bikin penonton betah. Soundtrack-nya seperti “I Think I” juga masih diingat sampai sekarang. Saat tayang di Indosiar, drama ini punya banyak penggemar setia dan selalu ditunggu tiap minggunya.
Autumn in My Heart / Endless Love (2000)
Kalau kamu pernah menangis karena drama Korea, bisa jadi ini penyebabnya. Song Seung-heon dan Song Hye-kyo sukses memerankan dua saudara angkat yang ternyata tidak sedarah dan jatuh cinta.
Namun cinta mereka penuh rintangan dan diakhiri dengan tragedi. Drama ini jadi pembuka tren melodrama di TV Indonesia dan membuat nama Song Hye-kyo makin dikenal.
Stairway to Heaven (2003)
Dikenal dengan kisah yang super tragis, drama ini menyorot cinta sejati antara Song-joo dan Jung-suh yang diuji oleh kehilangan, kecelakaan, dan pengkhianatan. Kwon Sang-woo dan Choi Ji-woo tampil menguras emosi penonton.
Lagu “Bo Go Ship Da” (I Miss You) dari Kim Bum-soo juga populer dan identik dengan air mata. Di TV lokal, drama ini jadi tayangan malam yang wajib ditonton keluarga.
Princess Hours / Goong (2006)
Genre romansa remaja berpadu dengan imajinasi dunia kerajaan modern membuat drama ini unik. Yoon Eun-hye dan Ju Ji-hoon tampil sebagai pasangan yang awalnya saling benci tapi kemudian jatuh cinta.
Visual estetik dan kostum mewah bikin drama ini ikonik. Banyak remaja Indonesia yang mengidolakan pemeran utamanya setelah tayang di TV.
Jewel in the Palace (2003)
Drama sejarah ini tayang dengan jumlah episode cukup banyak, namun tak membuat penonton bosan.
Mengangkat kisah nyata Jang Geum, perempuan pertama yang menjadi dokter kerajaan, drama ini sarat nilai edukatif, budaya Korea, dan perjuangan perempuan.
Cocok ditonton segala usia, bahkan orang tua pun banyak yang menyukainya saat tayang di Indosiar.
Boys Over Flowers (2009)
Drama ini adalah versi Korea dari manga Jepang “Hana Yori Dango”. Kisah gadis miskin Geum Jan-di yang masuk sekolah elite dan terlibat cinta dengan Gu Jun-pyo dari geng F4 membuat remaja Indonesia tergila-gila.
Gaya rambut, fashion, dan karakter F4 jadi tren tersendiri. Drama ini mencetak rating tinggi dan memperkenalkan Lee Min-ho ke dunia internasional.
My Lovely Sam Soon (2005)
Salah satu drama paling sukses secara rating di Korea Selatan. Drama ini menghadirkan sosok perempuan dewasa yang realistis, galak, dan lucu.
Kim Sun-a sebagai Sam Soon tampil kuat dan apa adanya. Ceritanya tentang perempuan biasa yang jatuh cinta dengan pemilik restoran kaya, tapi dibalut komedi dan konflik dewasa yang relate.
Tayang di Trans TV dan disukai penonton karena beda dari drama romantis lainnya.
Kalau kamu termasuk generasi yang menonton drama-drama ini di televisi, berarti kamu pernah merasakan masa keemasan drakor di layar kaca.
Kini, meski platform sudah beragam, kenangan akan Full House, Autumn in My Heart, dan lainnya tetap membekas. Drama-drama ini bukan sekadar hiburan, tapi bagian dari memori kolektif penggemar drakor di Indonesia.
Penulis : Maharani Valensya Nurma Yunita | Magang Jurnalistik Radar Banyuwangi
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News
Editor : Ali Sodiqin