RADARBANYUWANGI.ID - Film terbaru garapan sutradara kenamaan Paul Thomas Anderson, One Battle After Another, resmi menduduki puncak box office pada pekan perdananya.
Film bergenre komedi-thriller aksi ini meraup pendapatan sebesar $22,4 juta dari 3.634 bioskop di Amerika Utara, serta tambahan $26,1 juta dari pasar internasional, menghasilkan total global $48,5 juta.
Dibintangi Leonardo DiCaprio sebagai seorang mantan revolusioner yang hidup dalam pelarian, film ini berhasil mencuri perhatian meski awalnya menuai beragam prediksi dari para analis box office.
Tantangan Biaya Produksi Tinggi
Meski pembukaan di angka $20 juta terbilang cukup baik, jumlah tersebut masih dianggap mengecewakan mengingat film ini menghabiskan lebih dari $130 juta untuk produksi dan sekitar $70 juta untuk pemasaran.
Dengan biaya sebesar itu, One Battle After Another diperkirakan perlu meraih setidaknya $300 juta secara global untuk mencapai titik impas.
Namun, film ini memiliki keunggulan lain.
Tidak seperti film franchise besar seperti Superman atau Jurassic World: Rebirth, karya Anderson hadir sebagai film orisinal berdurasi hampir tiga jam.
Respon Penonton dan Kritikus Positif
Meskipun awalnya dianggap berisiko, One Battle After Another mendapat sambutan luar biasa.
Film ini meraih nilai “A” dari CinemaScore serta 96 persen rating di Rotten Tomatoes.
Dukungan positif ini diprediksi akan memperpanjang umur tayangnya di bioskop.
Selain itu, pemutaran di layar premium seperti IMAX dan Dolby memberi kontribusi besar.
Format layar raksasa tersebut menyumbang 51 persen dari total pendapatan domestik pada pekan pertama.
Ujian Baru untuk Leonardo DiCaprio
Film ini juga menjadi ajang pembuktian bagi Leonardo DiCaprio.
Meski sang aktor telah membuktikan daya tarik box office melalui film-film besar seperti Titanic, Inception, dan The Revenant, kolaborasinya dengan Paul Thomas Anderson membawa tantangan tersendiri.
Sebagai pembanding, film terakhirnya Killers of the Flower Moon (2023) membuka debut dengan $23 juta dan menutup perolehan di $158 juta global.
Pertanyaannya, apakah One Battle After Another mampu melampaui pencapaian tersebut?
Persaingan di Box Office
Di minggu yang sama, One Battle After Another berhasil mengungguli dua rilis baru lainnya.
Film keluarga Gabby’s Dollhouse: The Movie mencetak $13,5 juta, sedangkan The Strangers: Chapter 2 hanya mengumpulkan $5,9 juta.
Sementara itu, Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Infinity Castle dan The Conjuring: Last Rites terus menunjukkan performa luar biasa dengan total global masing-masing mencapai $605,4 juta dan $435 juta.
Prediksi ke Depan
Menurut analis, film ini masih memiliki peluang untuk meraih profit, terutama jika bertahan lama di bioskop dan mendapatkan dukungan kuat dari pasar internasional.
Ditambah lagi, One Battle After Another digadang-gadang akan masuk dalam jajaran nominasi penghargaan bergengsi dalam beberapa bulan ke depan.
Dengan dukungan kritikus, kualitas akting, serta daya tarik visual di layar premium, perjalanan film ini baru saja dimulai.
Apakah One Battle After Another akan menjadi kejutan besar box office tahun ini atau hanya sekadar film cult dengan prestasi terbatas, masih perlu ditunggu hasil akhirnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi