RADARBANYUWANGI.ID - Buat kamu yang suka nuansa jadul, drama Korea berlatar masa lalu selalu punya daya tarik tersendiri. Dari suasana kota tahun 80-an, fashion lawas, sampai kisah cinta yang lebih sederhana tapi dalam.
Berikut 5 drakor yang sukses membawa penonton menyelami masa lalu dengan kisah yang emosional dan berkesan.
A Hundred Memories (2025)
Drama ini mengambil latar Seoul tahun 1980-an dan berfokus pada Go Young-rye, seorang perempuan muda yang bekerja sebagai petugas bus untuk membantu keluarganya. Meski hidupnya tidak mudah, ia tetap berjuang mengejar mimpinya kuliah.
Ia bersahabat dengan Seo Jong-hee, sosok ceria yang juga punya masa lalu sulit. Kehidupan mereka berubah saat bertemu Han Jae-pil, pewaris keluarga kaya yang terlihat sempurna tapi menyimpan luka emosional dalam.
Ketiganya terlibat dalam cinta segitiga yang rumit, dibalut dengan konflik sosial, tekanan ekonomi, dan persahabatan yang diuji waktu. Drama ini menawarkan emosi mendalam, kisah cinta realistis, dan suasana tahun 80-an yang kuat.
Reply 1988 (2015)
Reply 1988 adalah salah satu drama keluarga terbaik yang menggambarkan kehidupan lima remaja dan keluarga mereka di lingkungan kecil Ssangmun-dong, Seoul. Dengan latar waktu tahun 1988, drama ini dipenuhi detail budaya Korea masa itu, seperti musik pop klasik, tren busana, dan teknologi sederhana.
Cerita berfokus pada hubungan persahabatan yang erat, cinta pertama yang membingungkan, serta dinamika keluarga yang hangat dan kadang rumit. Sosok Deok-sun dan dua sahabatnya, Jung-hwan dan Choi Taek, terlibat dalam kisah cinta yang penuh teka-teki. Drama ini menghangatkan hati dengan porsi humor, haru, dan nostalgia yang pas.
Youth of May (2021)
Drama ini mengangkat kisah cinta yang terjadi di tengah latar sejarah kelam Korea Selatan, yaitu Pemberontakan Gwangju tahun 1980. Hwang Hee-tae adalah mahasiswa kedokteran yang cerdas namun punya trauma keluarga. Kim Myung-hee adalah perawat yang bekerja keras untuk keluar dari tekanan hidup.
Keduanya bertemu secara tidak sengaja dan jatuh cinta. Namun hubungan mereka diuji oleh perbedaan status sosial, situasi politik yang genting, dan pengorbanan yang harus dilakukan demi keluarga. Drama ini memilukan, indah, dan emosional, dengan akhir yang mengguncang penonton.
When My Love Blooms (2020)
Drama ini mengisahkan Han Jae-hyun dan Yoon Ji-soo, dua orang yang pernah saling mencintai saat kuliah di tahun 90-an dan bertemu kembali setelah puluhan tahun dalam hidup yang sangat berbeda.
Jae-hyun kini adalah pengusaha sukses, sedangkan Ji-soo hidup sederhana sebagai ibu tunggal. Lewat kilas balik, kita diperlihatkan masa muda mereka yang penuh semangat, cinta yang murni, dan perjuangan menghadapi realitas hidup.
Ketika bertemu kembali, kenangan lama muncul dan mereka mulai mempertanyakan keputusan dan jalan hidup yang telah diambil. Drama ini menyentuh tentang waktu, penyesalan, dan cinta yang tak pernah benar-benar hilang.
Twenty-Five Twenty-One (2022)
Berlatar tahun 1998 hingga awal 2000-an, drama ini mengikuti Na Hee-do, atlet anggar muda yang gigih mengejar mimpinya di tengah krisis ekonomi Korea.
Ia bertemu dengan Baek Yi-jin, anak mantan chaebol yang jatuh miskin dan sedang membangun kembali hidupnya sebagai reporter. Keduanya tumbuh bersama, saling mendukung, dan perlahan jatuh cinta.
Namun seperti banyak kisah cinta pertama, hubungan mereka harus menghadapi realita kehidupan, ambisi, dan ketidakseimbangan waktu.
Drama ini emosional, hangat, dan menggambarkan dengan indah perjalanan dari masa remaja ke dewasa.
Setiap drama di atas bukan hanya membawa kamu ke masa lalu, tapi juga menghadirkan emosi yang nyata.
Lewat kisah cinta, keluarga, dan perjuangan hidup, kita diajak melihat bahwa meski zaman berbeda, rasa dan harapan tetap sama. Kalau kamu suka cerita yang dalam dan penuh makna, kelima drakor ini layak kamu tonton.
Penulis : Maharani Valensya Nurma Yunita | Magang Jurnalistik Radar Banyuwangi
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News
Editor : Ali Sodiqin