Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Drama Korea Era Lama vs Baru: Romansa Ikonik hingga Thriller Global

Fanzha Shefya Yuananda • Rabu, 17 September 2025 | 21:15 WIB
3. Romansa penuh air mata di drama Korea lama kini tergantikan alur singkat, intens, dan beragam genre.
3. Romansa penuh air mata di drama Korea lama kini tergantikan alur singkat, intens, dan beragam genre.

RADARBANYUWANGI.ID – Drama Korea telah mengalami evolusi besar dalam dua dekade terakhir.

Jika menengok kembali masa kejayaan aktor dan aktris seperti Goo Hye Sun atau Won Bin, pola cerita drama di era 2000-an banyak didominasi tema klasik, kisah cinta segitiga, perbedaan status sosial, hingga tragedi yang membuat penonton berlinang air mata.

Baca Juga: Isu Rp23 Miliar dan Perceraian Tasya Farasya, Ini Respon Ala Alatas

Judul-judul populer seperti Autumn in My Heart atau Boys Over Flowers berhasil mendunia berkat formula cerita yang sederhana namun emosional.

Di masa itu, drama sering kali menekankan kisah romantis penuh konflik dengan durasi panjang, bahkan mencapai 20–30 episode.

Alurnya cenderung lambat, dengan banyak adegan dramatis yang ikonik, seperti pertemuan tak terduga di bawah hujan atau pengorbanan cinta karena perbedaan keluarga.

Sebaliknya, drama Korea era sekarang hadir dengan variasi genre yang lebih luas. Tak hanya romansa, penonton bisa menikmati thriller psikologis, fiksi ilmiah, hingga drama kriminal dengan alur cepat dan intens.

Judul seperti Squid Game atau The Glory menunjukkan bagaimana industri ini berani menembus batas, menghadirkan isu sosial, kekerasan, hingga kritik tajam terhadap realitas modern.

Episode pun lebih singkat, rata-rata 8–16 episode, menyesuaikan tren tontonan global di platform streaming.

Meski begitu, daya tarik drama lama tetap tak tergantikan. Kisah cinta yang polos, alur yang sederhana, serta akting penuh emosi dari aktor-aktor legendaris menciptakan kesan mendalam yang sulit dilupakan.

Kini, perbedaan ini justru memperkaya pengalaman penonton, generasi baru menikmati inovasi cerita modern, sementara penggemar lama tetap bernostalgia pada era “golden age” drama Korea yang penuh romansa klasik. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#drama korea lama #drakor terbaru #genre baru #perbandingan