RADARBANYUWANGI.ID – Film yang di produksi oleh A&Z Films, Unlimited Production, Light House, dan Dwi Abisatya Persada berjudul The Deceased atau Almarhum menghadirkan horor yang berpijak pada budaya lokal dan nilai religius.
Film ini berangkat dari mitos Jawa tentang Selasa Kliwon, malam yang dipercaya membawa petaka.
Siapa pun yang meninggal pada hari itu diyakini akan menjemput keluarganya satu per satu dalam lima hari berikutnya.
Tokoh utama, Pak Mulwanto, meninggal secara mengenaskan di malam keramat tersebut. Kematian itu memicu teror pada keluarganya.
Ritual adat pun dilakukan, seperti memecahkan piring milik almarhum saat prosesi pemakaman, dengan tujuan memutus ikatan arwah dengan dunia.
Namun, penolakan dari Wisesa, anak sulung yang berpandangan rasional, membuat perlindungan adat itu tak terlaksana sempurna.
Sejak saat itu, kejadian aneh mulai menghantui rumah mereka. Bayangan samar, suara gaib, hingga kematian ibu mereka terjadi berurutan.
Teror semakin kuat saat arwah Pak Mulwanto muncul dan mencoba “mengajak” keluarganya pergi. Di tengah ketakutan itu, terselip pesan religius tentang pentingnya menghormati adat sekaligus mencari perlindungan melalui doa.
Penggabungan unsur horor dan religi terlihat dari cara film ini memvisualisasikan prosesi adat kematian dan perlawanan terhadap kekuatan gaib.
Atmosfer gelap, tata suara mencekam, dan detail budaya Jawa membuat setiap adegan terasa autentik.
Alih-alih hanya mengandalkan efek kejut, film ini membangun ketegangan dari kepercayaan yang sudah mengakar di masyarakat.
Dengan memadukan mitos, religi, dan horor, Almarhum memberikan pengalaman menonton yang memancing rasa takut sekaligus rasa ingin tahu.
Ceritanya memperlihatkan bahwa di balik mistisnya malam Selasa Kliwon, tersimpan pesan tentang hubungan manusia dengan tradisi, keyakinan, dan dunia tak kasatmata. (*)
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News
Editor : Agung Sedana