RADARBANYUWANGI.ID – Dalam film The Deceased (Almarhum), tragedi kematian di keluarga Mulwanto memicu konflik antara keyakinan lama dan pandangan modern.
Pak Mulwanto yang diperankan oleh Rukman Rosadi, pemilik kebun karet, meninggal di malam Selasa Kliwon dengan keadaan yang tidak biasa.
Bagi keluarga besarnya, kematian di hari itu adalah pertanda kutukan, dalam lima hari ke depan, kematian akan berlanjut pada anggota keluarga lainnya.
Untuk menghindari petaka, keluarga diminta menjalankan ritual adat, termasuk memecahkan piring bekas pakai almarhum sepanjang jalan ke pemakaman.
Namun, Dimas Adistya sebagai Wisesa, anak sulung yang berprofesi sebagai dokter, menolak mentah-mentah prosesi tersebut. Ia meyakini semua hanyalah takhayul, sehingga memilih mengabaikannya.
Penolakan ini justru diikuti oleh rentetan kejadian mistis. Kematian ibu mereka, Bu Rahmi dibintangi Nova Eliza, terjadi tak lama kemudian. Kejadian itu memperkuat keyakinan sebagian keluarga bahwa kutukan Selasa Kliwon nyata adanya.
Sementara itu, Nuri yang diperankan oleh Ratu Sofya dan Yanda yakni Alzi Markers berada di posisi sulit, terhimpit antara mengikuti keyakinan adat atau mendukung sikap rasional sang kakak.
Konflik ini membesar ketika gangguan gaib mulai terasa nyata. Penampakan arwah Pak Mulwanto, suara-suara misterius, dan peristiwa tak terjelaskan menambah tekanan pada keluarga.
Cerita berkembang menjadi pertarungan antara logika dan kepercayaan, dengan keselamatan nyawa sebagai taruhannya.
Lewat latar budaya Jawa, film ini menegaskan bahwa benturan generasi dalam memandang tradisi masih menjadi fenomena di masyarakat.
Almarhum tidak hanya menyajikan horor, tetapi juga menggambarkan dilema keluarga yang berusaha mencari jalan tengah di antara dua pandangan yang bertolak belakang. (*)
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News
Editor : Agung Sedana