Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Cinta Tapi Beda Agama? Sinopsis Film Komang Tunjukkan Sakitnya Realita yang Jarang Diungkap!

Fanzha Shefya Yuananda • Senin, 4 Agustus 2025 | 20:40 WIB
Sinopsis film Komang, diadaptasi dari kisah cinta nyata Raim Laode dan Komang Ade.
Sinopsis film Komang, diadaptasi dari kisah cinta nyata Raim Laode dan Komang Ade.

RADARBANYUWANGI.ID – Film Komang tak sekadar menyajikan kisah cinta dua insan muda dari dua daerah berbeda.

Lebih dari itu, film ini menggali kompleksitas relasi sosial-budaya dalam masyarakat Indonesia yang plural.

Raim Laode (Kiesha Alvaro), pemuda asal Buton yang dibesarkan dalam tradisi Islam yang kuat, jatuh hati pada Komang Ade (Aurora Ribero), gadis Hindu dari Bali.

Di titik inilah konflik lahir, bukan dari cinta mereka yang retak, tetapi dari batasan yang ditarik oleh lingkungan, adat, dan perbedaan keyakinan.

Sepanjang film, penonton disuguhkan bagaimana tekanan keluarga, stereotip, dan keteguhan adat memengaruhi pilihan individu.

Orang tua Komang menolak Ode bukan karena dia tidak baik, tapi karena ia berbeda.

Dalam budaya Bali yang dijunjung kuat, pernikahan lintas agama menjadi persoalan sensitif yang jarang mendapat tempat.

Keluarga Ode sendiri pun tidak kalah menekan. Mereka memandang hubungan beda keyakinan sebagai jalan yang tabu.

Film ini tidak menyalahkan siapa-siapa, tapi menampilkan bagaimana sistem dan nilai-nilai tradisional bisa menjadi penentu arah hidup seseorang, bahkan dalam hal yang seharusnya sesederhana memilih pasangan.

Disutradarai Naya Anindita, Komang berhasil membawa isu-isu ini ke permukaan tanpa menjadi menggurui.

Ada kesan kejujuran dalam narasi dan dialog, terutama ketika konflik keluarga memuncak dan Ode memilih pergi ke Jakarta. Di sanalah ia membuktikan bahwa cinta tak sekadar kata, tapi juga pengorbanan.

Film ini memotret Indonesia secara jujur, negara yang begitu kaya akan budaya, tapi di saat yang sama masih sering membatasi hak individu untuk mencintai lintas garis batas.

Lalu ketika persetujuan itu telah tiba, itu terasa bukan sebagai akhir bahagia murahan, tapi hasil dari keberanian menantang sekat-sekat itu sendiri. (*)


Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Film Komang #Komang ade widiandari #Raim Laode #Kiesha Alvaro #sinopsis