Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Trending Lagi! Film Komang Mengguncang, Ketika Iman, Cinta, dan Restu Berjalan Sendiri-sendiri

Fanzha Shefya Yuananda • Senin, 4 Agustus 2025 | 20:40 WIB
Trending No.1 di Top 10 Movies yang ditonton Indonesia, begini cerita konfliknya.
Trending No.1 di Top 10 Movies yang ditonton Indonesia, begini cerita konfliknya.

RADARBANYUWANGI.ID – Tak banyak film Indonesia yang berani menyentuh luka-luka batin dari cinta beda keyakinan se-otentik Komang.

Film ini bukan hanya soal asmara manis antara Raim Laode dan Komang Ade.

Ia adalah perjalanan emosional yang panjang, tentang bertahan, menyerah, dan bertanya: apakah cinta saja cukup?

Dari awal, hubungan mereka penuh tawa dan harapan. Raim yang jenaka dan Komang yang tenang, keduanya saling melengkapi.

Tapi seperti banyak kisah cinta lain yang lahir dari dunia nyata, kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama. Kehadiran Arya, pria seiman yang lebih diterima keluarga, menjadi awal runtuhnya benteng pertahanan mereka.

Raim, dengan segala luka dan tekad, memilih hijrah ke Jakarta untuk memperjuangkan dua hal sekaligus, karier dan cintanya.

Ia merintis jalan di dunia hiburan sebagai komika dan musisi, tapi Komang tetap menjadi poros pikirannya.

Sayangnya, jarak dan kesibukan mengikis kedekatan mereka. Komang mulai merasa sendiri dan ragu.

Perasaan Ade semakin diguncang saat Arya datang dengan segala restu yang Raim tak punya. Dan ketika ibunya menerima lamaran Arya, semua terasa runtuh.

Raim bisa saja menyerah, tapi ia memilih untuk tetap bertahan, bukan memaksa, tapi menunjukkan bahwa ia benar-benar mencintai Komang dengan cara yang tulus.

Ade pun dihadapkan pada pilihan paling sulit, ikut suara hati atau tunduk pada adat. Di tengah tekanan keluarga dan masyarakat, ia harus menilai sendiri apakah restu tanpa cinta lebih baik daripada cinta tanpa restu.

Yang membuat Komang istimewa adalah kedalaman emosi karakternya. Raim bukan pahlawan sempurna. Ia jatuh, gagal, marah, menangis.

Komang pun bukan tokoh idealis yang melawan semua hal demi cinta. Mereka manusia. Dan Komang adalah cermin bagi siapa pun yang pernah mencinta dalam keadaan yang tidak ideal. (*)


Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Trending Netflix #Film Komang