Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kemlu Tegaskan Penyebab Kematian Rizal Sampurna di Kamboja Akibat Serangan Jantung

Fredy Rizki Manunggal • Rabu, 14 Mei 2025 | 00:53 WIB
DIANTAR KE MAKAM: Warga mengantarkan jenazah Rizal Sampurna ke tempat pemakaman umum (TPU) RW 1, Lingkungan Sukowidi, pukul 08.00, Senin (12/5).
DIANTAR KE MAKAM: Warga mengantarkan jenazah Rizal Sampurna ke tempat pemakaman umum (TPU) RW 1, Lingkungan Sukowidi, pukul 08.00, Senin (12/5).

RADARBANYUWANGI.ID - Penantian panjang keluarga Rizal Sampurna, pekerja migran asal Banyuwangi yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja, akhirnya usai.

Senin (12/5) pukul 03.00, jenazah Rizal tiba di rumah duka di Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, dalam peti mati yang dikirim dari Kamboja.

Ibu Rizal, Sulastri, yang beberapa kali menyampaikan harapannya agar putranya bisa kembali dalam keadaan hidup harus menerima keadaan pahit.

Tangis pilu berderai saat jenazah Rizal masuk ke dalam rumahnya yang disambut dengan lantunan tahlil dari keluarga.

Setelah keluarga melihat kondisi jenazah Rizal, mereka setuju untuk menerima. Keluarga kemudian memakamkan Rizal di TPU Sukowidi sekitar pukul 08.30 WIB.

”Kami berterima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu. Kepada tim Miss Yuni, LBH Renakta, KBRI Kamboja, pemkab, dan semua yang membantu pemulangan kakak kami,” kata adik sepupu Rizal, Saputri.

Kedatangan Rizal sudah sangat ditunggu-tunggu oleh keluarga sejak mendengar kabar kematiannya pada Maret lalu.

Semula ibunya berharap Rizal bisa kembali dalam keadaan hidup. Namun, setelah melihat jenazah Rizal, ibunya bisa menerima kenyataan pahit yang harus dialami.

”Dari kondisi jenazah yang diterima, kami melihat bahwa jasad almarhum masih utuh, tidak ditemukan luka,  tubuhnya masih berisi. Kami meyakini almarhum memang memiliki riwayat sesak napas,” ungkap Saputri.

Saputri mengucapkan terima kasih juga kepada masyarakat yang telah mendoakan dan memberikan dukungan moril selama proses pemulangan.

”Kami juga mohon maaf apabila ada hal-hal yang kurang berkenan selama proses ini berlangsung,” imbuhnya.

Baca Juga: Hampir Dua Bulan Tertahan, Jenazah Rizal Sapurna yang Meninggal di Kamboja Akhirnya Dipulangkan ke Banyuwangi

Staf Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arif Fadilah mengatakan, dari keterangan yang tertulis dalam surat kematian diketahui penyebab kematian Rizal Sampurna adalah akibat serangan jantung.

”Penyebab kematian sesuai surat kematian itu penyakit jantung. Kami mendapat amanah untuk mengantarkan santunan dari perusahaan yang diupayakan dari KBRI. Jadi, kami tidak tahu nama perusahaannya mungkin bisa langsung ke KBRI Kamboja,” tandasnya.

Rizal Sampurna, seorang pekerja migran asal Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi dikabarkan meninggal di Kamboja pada Minggu (6/4).

Kematian Rizal sempat menjadi misteri bagi pihak keluarga. Selain tidak ada keterangan resmi dan bukti dokumen kematian, Rizal diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang dipekerjakan sebagai scammer judi online.

Rizal dipekerjakan melalui agen ilegal yang membawanya dengan cara diselundupkan bersama 20 warga Indonesia lainnya. Baru bekerja selama 2 pekan di Kamboja, Rizal dikabarkan meninggal dunia akibat sesak napas dan jantung. 

Bupati Ipuk Ikut Belasungkawa

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Rizal Sampurna. Ipuk berharap kejadian ini menjadi yang terakhir.

”Kami menyampaikan duka mendalam, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Terima kasih kepada KBRI Phnom Penh dan semua pihak yang turut membantu pemulangan jenazah. Kami berharap semoga kasus seperti ini menjadi yang terakhir, dan tidak terulang kembali,” kata Ipuk. 

Diketahui Rizal berangkat ke Kamboja secara nonprosedural. Itulah yang membuat keberadaannya sempat sulit diketahui. 

”Kami berharap masyarakat yang hendak bekerja di luar negeri, menggunakan jalur resmi yang telah ditetapkan pemerintah,” tambah Ipuk. 

Sebelumnya Pemkab Banyuwangi terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait soal pemulangan jenazah Rizal. Komunikasi intens dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) dan KBRI terus dilakukan.

Biaya pemulangan jenazah Rizal awalnya akan dibiayai penuh oleh Pemkab Banyuwangi. Namun dalam perjalanan prosesnya, KBRI Phnom Penh berhasil membuat nota diplomatik kepada kepolisian Kamboja, dan berhasil meminta pertanggungjawaban perusahaan pemberi kerja untuk membiayai pemulangan jenazah.

Jenazah lalu dipulangkan dari Phnom Penh menuju Jakarta. Dilanjutkan dari Jakarta menuju Bandara Juanda Surabaya. Proses dan biaya dari Juanda Surabaya menuju rumah duka difasilitasi oleh Pemkab Banyuwangi. (fre/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#PMI #TKI #tppo #kamboja #pekerja migran #meninggal dunia #banyuwangi