Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mbok Yem Ditandu Turun Gunung Lawu di Bulan Ramadan, Tim Medis RSU Siti Aisyiyah Ponorogo Sebut Alami Pneumonia Akut

Ali Sodiqin • Kamis, 24 April 2025 | 18:45 WIB

Mbok Yem, Penjual warung makan di puncak Gunung Lawu ditandu turun gunung (Foto: Tangkapan layar @mountnesia/@zain.adventure)
Mbok Yem, Penjual warung makan di puncak Gunung Lawu ditandu turun gunung (Foto: Tangkapan layar @mountnesia/@zain.adventure)

RADARBANYUWANGI.ID  – Wakiyem, yang lebih dikenal sebagai Mbok Yem, sosok legendaris penjaga warung di Puncak Gunung Lawu, telah meninggal dunia pada Rabu (23/4) siang hari di kediamannya di Dusun Dagung, Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Kabar duka ini dikonfirmasi oleh Kepala Seksi Pemerintahan Desa Gonggang, Sugeng Sucipto.

Dilansir dari Radar Kediri, Sugeng menjelaskan bahwa Mbok Yem wafat setelah menjalani perawatan intensif di RSU Siti Aisyiyah, Ponorogo, akibat pneumonia akut, sebuah infeksi paru-paru yang mengganggu saluran pernapasannya.

Sebelumnya, pada Selasa, 4 Maret 2025, Mbok Yem dilaporkan sakit dan harus ditandu turun gunung, sebuah kejadian yang mengejutkan banyak orang, mengingat ia hanya turun gunung sekali dalam setahun, tepat menjelang Lebaran.

Biasanya, Mbok Yem mudik ke Desa Gonggang pada malam ke-27 Ramadan, namun kali ini ia harus turun pada hari ke-4 Ramadan dengan cara ditandu, menimbulkan banyak pertanyaan mengenai kondisinya.

Sebelum meninggal, Mbok Yem sempat mengutarakan niatnya untuk tidak kembali ke warung di Puncak Gunung Lawu.

Ia ingin menghabiskan masa tuanya dikelilingi oleh anak dan cucunya.

Keluarga Mbok Yem kini tengah mempertimbangkan nasib warung legendaris miliknya di puncak gunung Lawu, namun hingga saat ini belum ada keputusan pasti terkait kelanjutan usaha yang telah menjadi bagian dari sejarah pendakian di Gunung Lawu.

Kehilangan Mbok Yem adalah duka mendalam bagi komunitas pendaki dan masyarakat sekitar, yang mengenang sosoknya sebagai penyedia kehangatan dan makanan bagi para pendaki yang berjuang di ketinggian.

Warungnya akan selalu dikenang sebagai tempat singgah yang penuh kenangan dan kebaikan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#mbok yem #nasi pecel #magetan #lebaran #pendakian #warung #meninggal dunia #ponorogo #pecinta alam #turun gunung #kabar duka #puncak gunung lawu #penjaga warung #Ditandu #ramadan