RadarBanyuwangi.id – Kesabaran Romandon ini benar-benar patut ditiru. Setelah mengabdi selama 24 tahun, pria 49 ini menerima SK PPPK.
Ya, Senin pekan lalu (10/6), Pria asal Desa Siwalan, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, ini resmi menerima SK PPPK.
Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK) itu baru diterima Romandon saat usianya hampir setengah abad.
Tentu saja, perasaan haru dan bahagia bercampur aduk di hati Romandon pegawai honorer yang mengawali karier sebagai penjaga sekolah ini.
Bahkan, saat ribuan PPPK di lingkungan Pemkab Bojonegoro yang baru diangkat meluapkan kegembiraannya, Romandon justru terduduk diam.
Dia seakan tak percaya. Sebab, usianya sudah tidak muda lagi. Namun, tak disangka-sangka, Romandon justru bisa mewujudkan mimpi sebagai aparatur sipil negara (ASN) di usia 49 tahun.
Pengabdian selama 24 tahun bukanlah waktu yang singkat.
Romandon memulai karir sebagai penjaga sekolah. Lalu bagian tata usaha (TU).
Tentu saja berbagai macam rintangan, halangan, bahkan kegagalan pernah dilewati Romandon selama mengabdi.
Sejak tahun 2000, Romandon mendedikasikan kesetiaanya di sekolah SMPN 1 Sugihwaras. Sejak itu pula dia menjadi penjaga sekolah hingga tata usaha.
Namun, setelah diangkat sebagai PPPK, Romandon harus rela meninggalkan sekolah yang selama seperempat abad ini menjadi tempat kerjanya.
‘’Pasti bakal kangen, karena setiap pagi harus menyalakan bel sekolah, menyiapkan upacara, ujian, sampai menyiapkan senam,” cerita Romandon, saat ditemui Jawa Pos Radar Bojonegoro di GOR Utama Bojonegoro.
Romadon diterima PPPK pada formasi tenaga teknis. Romandon terpaksa harus meninggalkan sekolah asalnya dan mengabdi sebagai pranata di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro.
‘’Saya tetap komitmen di tempat yang baru, meski sudah 24 tahun lamanya,” tegasnya.
Dia berkomitmen, aktivitas keseharian selama 24 tahun sebagai tenaga honorer di SMPN 1 Sugihwaras, akan dijadikan pengalaman berharga dan mengajarinya arti kesabaran.
Terlebih, selama 24 tahun mengabdi tersebut, Romandon sudah berulang kali mengikuti tes CPNS dan PPPK. Namun belum beruntung.
‘’Pernah ikut tes lima kali sejak 2003, kalau PPPK sebelumnya mau ikut. Tapi belum ada formasi. Harus tetap bersabar karena sudah dijalani selama bertahun-tahun, mau keluar juga eman,” tutur Romandon.
Keinginan Romandon menjadi ASN memang sangat kuat. Bahkan, demi mewujudkan impiannya tersebut, pada tahun 2008, Romandon berkuliah untuk mendapatkan gelar S-1.
Meski begitu, kesempatannya untuk tes PNS pada tahun 2013 lalu masih menemui kegagalan.
Romandon tidak berputus asa. Selam aitu pula, dia memilih tetap bertahan di SMPN 1 Sugihwaras.
Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Romandon dan istrinya memilih bertani.
‘’Selama ini nyambi bertani, sawah juga dibantu istri dan sambil dikerjakan sendiri,” kenangnya dengan mata berkaca-kaca. (*)
Editor : Ali Sodiqin