Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mengenal Pondok Pesantren Fatchul Huda Sumberanyar Situbondo, Pesantren Khusus ODGJ

Moh Humaidi Hidayatullah • Rabu, 5 Juni 2024 | 18:42 WIB
BERKOPYAH: Pengasuh Pondok Pesantren Fatchul Huda, Akhlis Munazilin, melakukan terapi kepada salah satu orang dengan gengguan jiwa (ODGJ) di pesantrennya, di Desa Sumberanyar, Banyuputih, Situbondo.
BERKOPYAH: Pengasuh Pondok Pesantren Fatchul Huda, Akhlis Munazilin, melakukan terapi kepada salah satu orang dengan gengguan jiwa (ODGJ) di pesantrennya, di Desa Sumberanyar, Banyuputih, Situbondo.

RadarBanyuwangi.id – Pondok Pesantren Fatchul Huda di Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, ini mungkin bisa dibilang unik dibandingkan dengan pesantren yang lain.

Sebab, pendirinya mengkhususkan pesantren tersebut sebagai tempat orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Pengasuh Pesantren Fatchul Huda, Akhlis Munazilin MT mengatakan, sudah ada puluhan ODGJ yang keluar-masuk di pesantren miliknya. Bahkan, sebagian sudah ada yang sembuh. Namun, ada juga yang kabur.

“ODGJ yang kabur adalah ODGJ yang di jalanan. Sedangkan ODGJ yang dititipkan oleh keluarganya pulang ke rumahnya masing-masing,” tutur Akhlis, kepada Jawa Pos Radar Situbondo beberapa waktu lalu.

Kata dia, ODGJ yang sengaja diambil dari jalan merupakan kegiatan rutin tiap satu minggu satu kali. Mereka yang sudah dirawat ada yang menetap, ada juga yang kabur.

Untuk yang menetap, dijadikan santri dan menjalankan aktivitas setiap hari di pesantren tersebut. Seperti mencukur, bermain bola dan mencuci mobil.

“yang menetap hingga saat ini ada dua orang. Yang lain banyak yang kabur. Kalau kabur tidak kita kejar, yang terpenting kita sudah melakukan terapi berusaha agar dia sadar, dan kita sebatas berusaha mengganti baju mereka dan merapikan penampilannya,” imbuh Akhlis.

Kata dia, selain menangani ODGJ yang di jalan, pesantrennya juga banyak menerima pasien yang memang diantarkan keluarga.

Jika sudah diantarkan, yang jelas ODGJ itu tidak akan dibiarkan kabur. Sebab, keluarganya sudah memasrahkan sepenuhnya.

“Kalau yang sembuh alhamdulillah banyak, dan yang sudah kita obati juga masih ada yang tidak sembuh. Kalau yang ringan masih bisa kita tangani. Kalau yang sudah bertahun-tahun cukup sulit,” jelas Ahlis.

Kata ahlis, pihaknya pernah mengobati ODGJ yang ada di jalan. Begitu sembuh, ada telephone dari pihak keluarganya yang mengakui salah satu ODGJ tersebut.

Bahkan pihak keluarga  mengatakan ODGJ itu sudah hilang belasan tahun, dan di rumahnya sudah ditahlili oleh keluarganya.

“Pasien saya ada yang sudah ditahlili. Katanya dianggap mati setelah bertahun-tahun tidak pulang. Dan karena izin Allah, begitu saya share di media sosial, ada yang mengakuinya dan mengeluarkan semua kartu identitasnya,” jelas Akhlis.

Kata Akhlis, untuk layanan di pesantren tersebut serba gratis. Kalau pun ada yang mau memberi dipersilakan untuk infak sukarela. Itu akan dibuat untuk membangun fasilitas yang dibutuhkan ODGJ.

“Alhmadullah infak yang sudah terkumpul banyak, dan lambat laun sudah ada beberapa fasilitas yang dibangun,” kata Akhlis.

Lebih dari itu, saat ini, pesantren yang dikelola Akhlis mulai berkembang dengan membangun madrasah diniah.

Itu merupakan permintaan dari warga sekitar. Sehingga pesantren tidak hanya fokus kepada ODGJ.

“Bertambah tahun banyak warga yang meminta untuk membangun madrasah. Dan alhamdulillah mulai didirikan dan semakin berkembang ke pendidikan,” pungkas Akhlis. (hum/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#pesantren #situbondo #banyuputih #pondok pesantren #Gangguan Jiwa #ODGJ