RadarBanyuwangi.id – Ramainya Pelabuhan Ketapang Banyuwangi di musim liburan ikut dimanfaatkan oleh sejumlah anak logam.
Anak-anak logam ini mencoba mengais rezeki dari para penumpang kapal fery tujuan Ketapang-Gilimanuk, Bali.
Mereka tampak mulai stand by di sekitar kapal-kapal feri yang hendak bersandar atau bertolak dari pelabuhan Ketapang.
Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, anak-anak logam ini beroperasi secara berkelompok dan terpisah.
Terkadang mereka terlihat berada di sekitar Dermaga Ponton, dan kadang bergeser ke sekitar dermaga MB II.
Meski sudah ada papan larangan, mereka seolah tak mau peduli, apalagi penumpang sedang ramai-ramainya.
”Mumpung libur sekolah, kalau ada receh ya receh kertas juga bisa,” ujar seorang anak logam sambil melompat ke dalam air tanpa sempat menyebutkan namanya.
Aktivitas para anak logam ini pun terbilang cukup ekstrem.
Dengan hanya berbekal google dan bifin seadanya, mereka nekat melogam sampai malam. Terkadang mereka mengiringi kapal yang hendak sandar.
Usia mereka pun bervariasi mulai dari sepuluh tahun hingga 20-an tahun.
Sebenarnya, aktivitas anak-anak logam mengais rezeki di Pelabuhan Ketapang ini sudah dilarang.
Pada 2016 lalu, sesuai Peraturan Menteri No 29 Tahun 2016 sudah dijelaskan aturan terkait sterilisasi pelabuhan.
Di mana pelabuhan harus steril dari seluruh aktivitas yang tidak berkaitan dengan operasional pelabuhan.
Termasuk anak logam yang selama ini ada di sekitar pelabuhan.
Imbauan berisi larangan memberikan uang kepada anak logam tertulis di papan pengumuman maupun melalui nahkoda kapal.
Harapannya pengguna jasa penyeberangan juga tidak memberi uang kepada anak logam.
Bahkan, petugas pengamanan pelabuhan dari Lanal juga sering melarang. Namun, anak-anak logam tetap kembali lagi “melaut”.
Beberapa petugas Pelabuhan ASDP Ketapang menduga, para anak logam ini masuk ke area pelabuhan pada saat jam pergantian shift penjaga. Sehingga mereka lolos dari pengawasan petugas.
Namun, toh tetap saja anak-anak logam selalu memadati pelabuhan Ketapang tiap libur panjang tiba.
Memang, keberadaan anak logam ini terkadang menjadi hiburan tersendiri bagi penumpang kapal.
Utamanya penumpang anak-anak. Anak-anak kerap kali meminta uang receh ke orang tuanya untuk dilemparkan ke arah anak logam. (fre/als)
Editor : Ali Sodiqin