Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pelda Suparman Sosok Dai Militer Kodim 0825 Banyuwangi, Belajar Agama dan Teknik Ceramah di Wilayah Operasi Militer

Fredy Rizki Manunggal • Jumat, 15 Maret 2024 | 20:49 WIB

KHOTBAH JUMAT: Anggota Koramil Kalipuro Pelda Suparman menjadi khatib di Masjid Miftahul Huda, Lingkungan Krajan, Kelurahan Klatak, beberapa waktu lalu.
KHOTBAH JUMAT: Anggota Koramil Kalipuro Pelda Suparman menjadi khatib di Masjid Miftahul Huda, Lingkungan Krajan, Kelurahan Klatak, beberapa waktu lalu.
Radarbanyuwangi.id - Di balik tugas pengamanan, Kodim 0825 Banyuwangi memiliki personel yang cukup aktif melakukan syiar agama dengan menjadi khatib dan imam salat Jumat di beberapa masjid kampung.

Salah satunya adalah Pelda Suparman, anggota Koramil Kalipuro.

Tak terhitung banyaknya berapa masjid di Kecamatan Kalipuro yang pernah disinggahi Pelda Suparman untuk berkhotbah serta menjadi imam masjid.

Berbekal kopiah dan sajadah lengkap dengan seragam PDL Angkatan Darat, Suparman mendatangi masjid-masjid yang sudah masuk dalam jadwal salat Jumat. 

Saat berdiri di atas mimbar, Suparman berbicara tak jauh berbeda dengan khatib pada umumnya.

Berbagai materi khotbah Jumat lengkap dengan dalilnya dia sampaikan di hadapan jemaah.

Aktivitas rutin tiap Jumat tersebut dilakukan Suparman sejak lama. P

ria yang sudah berhaji pada 2011 itu mengaku aktif menyampaikan syiar agama Islam sejak masih tinggal di asrama Batalyon Kavaleri 3/Serbu, Malang.

Selama 22 tahun tinggal di batalyon, Suparman aktif terlibat di semua kegiatan keagamaan, terutama Islam.

”Kebiasaan ini sudah berjalan sejak tinggal di asrama. Saya 22 tahun tinggal di asrama, setelah itu baru ke Kodim. Selama di Kodim, saya mengisi kegiatan keagamaan di sejumlah wilayah,” jelas Suparman.

Bapak satu anak itu menceritakan, kemampuannya dalam menyampaikan materi khotbah diperoleh saat bertugas sebagai tentara.

Mulai dari saat mengikuti sekolah bintal rohaniawan. Di mana, selama 2,5 bulan Suparman mendapatkan materi dari pembina mental di TNI AD untuk mempelajari lima agama yang ada di Indonesia.

Termasuk agama Islam yang dianutnya.

Alumnus SMA Tongas, Probolinggo, itu mengaku belajar agama secara otodidak. Mulai dari membaca sampai berdiskusi langsung dengan kiai dan tokoh agama.

Saat bertugas di Aceh misalnya, Suparman kerap belajar dari imam masjid dan alim ulama untuk memperdalam ilmu agamanya.

Begitu juga saat bertugas di Ternate, Suparman kerap bertemu dengan pemuka agama Islam untuk belajar.

Berbekal dari belajar dan mendengarkan itulah, Suparman memiliki kemampuan untuk mengisi khotbah dan menjadi imam.

Ilmu yang didapat selama bertugas tersebut langsung dia terapkan di mana dia berada.

Ketika bertugas di Lebanon, Suparman ikut mendirikan musala yang dinamakan Sabilil Muhtadin untuk tempat beribadah prajurit.

”Kalau mau beribadah di luar agak sulit, apalagi banyak penganut Syiah-nya. Kami juga butuh pemandu bahasa, bikin musala sendiri untuk teman-teman beribadah. Mulai salat Jumat, Idul Fitri dan Idul Adha,” kata Suparman.

Pria yang bertugas di Koramil Kalipuro itu mengaku sudah memiliki agenda rutin untuk mengisi salat Jumat di masjid-masjid kampung di beberapa tempat di Kecamatan Kalipuro.

Tahun ini, sudah ada delapan masjid yang dijadwalkan untuk dikunjungi.

”Saya pernah mengisi khotbah di Masjid Baiturrohim, Gombengsari, Masjid Nurul Janah Penawar Ketapang, dan beberapa masjid lain. Kadang juga keliling dengan Forpimka mendatangi masjid di kampung-kampung. Kalau bulan Ramadan ada yang minta tolong untuk menjadi imam salat Tarawih,” jelas Suparman.

Suparman mengaku senang mendapat kesempatan menjadi khatib dan imam salat.

Saat naik ke atas mimbar, Suparman tak pernah lupa mengingatkan dirinya sendiri dan jemaah untuk menjauhi perbuatan tercela serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

”Kita sama-sama mencari rida Allah. Jadi, kalau sudah memberikan materi (khotbah) saya bisa lebih lega. Tidak ada yang lebih tinggi derajatnya, semua sama-sama belajar,” kata Suparman. (aif/c1)

Editor : Niklaas Andries
#Kavaleri #salat jumat #malang #ternate #kodim #Kodim 0825 #kalipuro #prajurit #batalyon #angkatan darat #agama islam #khatib #salat tarawih #Gombengsari #koramil #probolinggo #PDL #imam #kiai #banyuwangi #tokoh agama