Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pengalaman Naik KA Blambangan Ekspres dari Stasiun Banyuwangi Kota Menuju Stasiun Tawang Semarang: Waswas Banjir

E. Irwan Suryanto • Jumat, 15 Maret 2024 | 20:15 WIB
KA Blambangan Ekspres berangkat dari Stasiun Banyuwangi Kota menuju Stasiun Tawang Semarang pada Jumat malam (8/3).
KA Blambangan Ekspres berangkat dari Stasiun Banyuwangi Kota menuju Stasiun Tawang Semarang pada Jumat malam (8/3).

RadarBanyuwangi.id – Pengalaman menumpang Kereta Api (KA) Blambangan Ekspres dengan tujuan akhir Stasiun Tawang Semarang memang berbeda dibanding naik KA jurusan lain.

Maklum rute yang dilalui adalah kawasan rawan banjir ketika musim hujan.

Salah satunya melintasi daerah Bojonegoro yang rawan tergenang luapan air sungai Bengawan Solo ketika terjadi  banjir di musim hujan.

Bahkan, kereta api juga melintasi jembatan di atas sungai Bengawan Solo di Bojonegoro.

Saat wartawan RadarBanyuwangi.id hendak berangkat dari Stasiun Banyuwangi Kota, hujan deras sudah terjadi sejak sore.

Hingga jam keberangkatan KA Blambangan Ekspres pada pukul 19.54 WIB, hujan deras masih belum berhenti.

Hati pun merasa waswas, jangan-jangan hujan bakal terjadi di sepanjang perjalanan kereta api.

Akhirnya, KA Blambangan Ekspres berangkat menembus hujan lebat.

Rata-rata baju dan jaket para penumpang tampak basah, karena kehujanan ketika hendak memasuki gerbong masing-masing.

AC dingin di gerbong eksekutif 3 terasa menusuk kulit, meski sudah mengenakan jaket tebal.

Untungnya, tak berapa lama petugas membagikan selimut yang masih terbungkus plastik dan mengeluarkan aroma harum ketika bungkus plastiknya dibuka.

Lembutnya kain selimut tak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga menambah kehangatan di badan.

Wartawan RadarBanyuwangi.id berfoto di depan Stasiun Tawang Semarang, pada Sabtu pagi (9/3).
Wartawan RadarBanyuwangi.id berfoto di depan Stasiun Tawang Semarang, pada Sabtu pagi (9/3).

Meski di luar gerbong masih turun hujan, bahkan terus mengguyur sampai KA Blambangan Ekspres melintasi beberapa stasiun di Kabupaten Banyuwangi, namun badan penumpang mulai merasa hangat.

Apalagi, petugas membantu menaikkan suhu AC, sehingga suasana gerbong tidak terlalu dingin.

Suasana makin terasa hangat ketika pramugari mendorong kereta makan melintas dari gerbong ke gerbong.

Pramugari berseragam batik hitam itu menawarkan makanan dan minuman hangat kepada para penumpang yang ingin menikmati makan malam atau sekadar camilan.

Tersedia menu nasi dengan aneka lauk, seperti rendang Padang dan daging sapi lada hitam.

Ada juga bakso panas serta  nasi goreng berisi irisan pentol dan sosis.

Sedangkan, minuman hangat tersedia kopi, teh, dan coklat.

Praktis, penumpang tidak takut lagi kedinginan di dalam gerbong kereta api.

Perjalanan KA Blambangan Ekspres berlangsung lancar tanpa ada kendala apapun.

Kekhawatiran bakal terkendala banjir di perjalanan pun tidak terbukti.

KA Blambangan Ekspres  bisa melintasi Bojonegoro dengan aman dan lancar jaya.

Bahkan satu-satunya kereta api dari Banyuwangi yang melintasi jalur utara itu, berhasil tiba tepat waktu di setiap stasiun.

Begitu juga ketika tiba di tujuan akhir Stasiun Tawang Semarang, tepat pukul 06.05 WIB, pada hari Sabtu (9/3).

Rasa waswas pun sirna ketika mengetahui cuaca di Semarang tidak sedang hujan.

Wartawan Radarbanyuwangi.id sempat menikmati suasana sejenak di halaman Stasiun Tawang Semarang.

Beberapa kali menyempatkan diri melakukan swafoto dengan latar belakang bangunan stasiun legendaris tersebut,  monumen lokomotif, dan danau di depan stasiun.

Meski udara pagi di Kota Lumpia itu tengah berkabut tebal, namun langit yang mendung belum menampakkan tanda-tanda bakal mengguyurkan air hujan.

"Alhamdulillah tidak hujan saat tiba di Stasiun Tawang, jadi bisa santai dulu sambil order ojek online," batinku.

Kekhawatiran itu tidak berlebihan, karena Stasiun Tawang Semarang dikenal sebagai kawasan langganan banjir ketika musim hujan tiba.

Maklum, Stasiun Tawang berada di dataran rendah, bahkan dekat dengan laut.

Sedangkan, posisi Kota Semarang adalah dataran rendah yang sempit berupa lembah yang kelilingi perbukitan memanjang di sisi barat hingga timur.

Saking rendahnya, ketinggian permukaan dataran Kota Semarang mulai dari 2 meter di bawah permukaan laut hingga 340 meter di atas permukaan laut (mpdl).

Praktis, hujan deras yang mengalirkan banyak air dan air laut yang sedang pasang bisa memicu banjir di kawasan tersebut.

Untungnya, hari Sabtu pagi (9/3) itu cuaca di Kota Semarang sedang ramah, sehingga mereka yang menumpang ojek online bisa diantar ke terminal bus terdekat tanpa ada kendala.

Bahkan bisa menikmati kesejukan hawa Kota Semarang di pagi hari yang lumayan sepi kendaraan bermotor itu.

"Kalau hari Sabtu pagi, Kota Semarang memang lumayan sepi mobil, karena kantor libur," tutur Eko, pengemudi sepeda motor ojek online yang mengantar ke terminal bus.

Akhirnya pagi itu, wartawan Radarbanyuwangi.id bisa melanjutkan perjalanan ke kota lain dengan aman dan lancar. (irw)

Editor : Ali Sodiqin
#KA #Stasiun Banyuwangi Kota #Blambangan Ekspres #banjir #Stasiun Tawang Semarang #Kereta Api