RadarBanyuwangi.id – Almarhum Kiai Saleh termasuk salah satu ulama besar Banyuwangi.
Pondok pesantren dan kompleks makamnya pun langganan diziarahi warga. Termasuk para pejabat dan politisi.
Kiai Saleh terlahir dengan nama Kiagus (KGS) Muhammad Saleh pada hari Ahad, 6 Ramadan 1278 Hijriah atau 7 Maret 1826 Masehi di Kampung Mandar, Banyuwangi.
Kiai Saleh merupakan anak dari pasangan Kiagus Abdul Hadi dengan Aisyah, yaitu perempuan asal Panderejo, Banyuwangi.
Jika ditelisik lebih dalam terkait silsilah dari Kiai Saleh, masih mengalir darah kebangsawanan dari sang ayah, yakni dari Kesultanan Palembang.
Namun, jika ditarik garis lurus pada silsilah keluarganya, Kiai Saleh masuk dalam silsilah dari Nabi Muhammad SAW.
Kiai Saleh merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah pendirian Nahdlatul Ulama (NU) Banyuwangi.
Kiai Saleh tidak hanya menjadi ulama besar di Bumi Blambangan. Dia adalah seorang guru dan organisatoris ulung yang pernah dimiliki kabupaten berjuluk The Sunrise of Java ini.
Sejarawan sekaligus seorang penulis buku tentang NU Banyuwangi, Ayung Notonegoro mengungkapkan, makam Kiai Saleh tidak pernah sepi peziarah. Baik yang berasal dari lokal atau luar daerah.
”Biasanya puncak peziarah datang ke makam Kiai Saleh saat hari Kamis atau malam Jumat,” ujarnya.
Para peziarah yang datang dengan khusyuk melantunkan ayat suci Alquran.
Sembari berharap doa atau pun hajat yang ingin dicapainya dapat terkabul seperti doa dari ulama besar.
”Ya, memanjatkan doa kepada Tuhan YME, semoga dengan perantara orang saleh seperti Kiai Saleh, hajatnya terkabul,” imbuhnya.
Sementara itu, pada momen pemilu biasanya ada sejumlah politisi untuk berziarah di makam Kiai Saleh.
Sebut saja seperti pada momen Pemilu 2019 lalu. Kala itu, KH Ma’ruf Amin yang dulu menjadi cawapres berpasangan dengan Joko Widodo mengunjungi makam Kiai Saleh dalam safari politiknya.
Tidak hanya Ma’ruf Amin yang pernah berziarah di makam Kiai Saleh.
Sejumlah politisi lain, seperti Emil Dardak dan beberapa caleg lokal juga pernah berziarah ke sana.
”Masa-masa pemilu pernah dulu cawapres Ma’ruf Amin, dan cawagub Emil Dardak kalau saya tidak salah. Sedangkan untuk yang sekarang ada beberapa caleg,” pungkas Ayung. (rei/bay/c1)
Editor : Ali Sodiqin