Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Makam Mbah Dowo Sering Diziarahi Calon Wakil Rakyat Jelang Pemilu, Berlokasi di Dekat Alas Purwo Banyuwangi

Lugas Rumpakaadi • Sabtu, 27 Januari 2024 | 15:00 WIB
TOMBAK KERAMAT: Lokasi makam Mbah Dowo di area hutan jati Dusun Kutorejo, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi.
TOMBAK KERAMAT: Lokasi makam Mbah Dowo di area hutan jati Dusun Kutorejo, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi.

RadarBanyuwangi.id – Tahun politik biasanya dimanfaatkan para calon wakil rakyat untuk berziarah ke tempat-tempat sakral.

Salah satunya ke makam Mbah Dowo di Dusun Kutorejo, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi.

Lokasi Makam Mbah Dowo tak sulit untuk dicari. Di perempatan Desa Kalipait yang menuju ke Taman Nasional Alas Purwo (TNAP), peziarah akan menemukan penunjuk arah ke petilasan.

Di petilasan tersebut, terlihat sebuah makam yang panjangnya tidak seperti makam manusia normal.

Meski disebut makam, namun yang dikubur di sana bukanlah manusia melainkan sebuah pusaka berwujud tombak.

Konon, pusaka tersebut adalah salah satu dari tiga tumbal Tanah Jawa yang juga tersebar di tengah (Gunung Padang) dan barat (Taman Nasional Ujung Kulon) Pulau Jawa.

Tumbal itu diyakini digunakan oleh Syekh Subakir untuk mempermudah misinya menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa.

Versi cerita lainnya dari Makam Mbah Dowo, dijelaskan oleh juru kunci Ponirin.

Makam itu adalah tempat sebuah senjata yang ditumbalkan untuk menyerap aura gelap di tanah Jawa.

”Aura gelap itu disebabkan oleh ilmu dari Calonarang, yang hidup semasa pemerintahan Raja Airlangga dari Kahuripan,” terangnya.

Karena aura yang gelap tersebut, Raja Airlangga kemudian memerintahkan Mpu Bharada untuk menyerap aura tersebut.

”Oleh Mpu Bharada kemudian dibuatkan tombak yang dipotong menjadi tiga bagian dan ditanam di tiga lokasi,” ungkap Ponirin.

Ketiga lokasi yang dimaksud yakni di Makam Mbah Dowo dekat Taman Nasional Alas Purwo, Gunung Tidar, dan di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon.

”Ujung tombak di sini, bagian tengah di Gunung Tidar, dan sisanya di Ujung Kulon,” jelas Ponirin.

Karena fungsinya untuk menyerap aura gelap itu, tombak tersebut juga disebut sebagai Suryo Bujonegoro.

 ”Suryo itu artinya matahari yang memberi terang, bujo itu artinya untuk, dan negoro artinya negara,” imbuh Ponirin.

Makam Mbah Dowo sendiri baru ditemukan oleh warga yang sedang menggembalakan ternak sekitar tahun 1930-an.

”Dahulu tempat ini rawa. Namun, di bagian tengahnya ada yang menonjol dan tidak pernah terkena air. Bagian itulah makam Mbah Dowo ini,” ungkapnya.

Meskipun kunjungan relatif sepi, Ponirin mengaku makam Mbah Dowo juga jadi salah satu jujukan calon wakil rakyat berziarah.

”Mereka berdoa di sini dengan harapan keinginannya maju sebagai wakil rakyat tercapai,” tandasnya. (gas/bay/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#tegaldlimo #peziarah #makam #pemilu #tombak #wakil rakyat #alas purwo #banyuwangi #Mbah Dowo