RadarBanyuwangi.id – Pohon trembesi termasuk salah satu tanaman yang memiliki berbagai manfaat bagi makhluk hidup di sekitarnya.
Pohon yang satu ini lebih banyak berguna sebagai peneduh.
Jenis pohon ini cenderung tumbuh melebar, sehingga sangat cocok untuk konservasi di daerah aliran sungai (DAS).
Pohon dengan nama latin Albizia saman ini juga dikenal dengan nama monkey pod tree dan pohon saman.
Trembesi dapat hidup lama hingga ratusan tahun. Tidak heran jika pohon trembesi ini memiliki tajuk yang sangat lebar dan cocok sebagai peneduh.
Lebih dari itu, pohon trembesi memiliki akar yang sangat kuat yaitu akar tunggang.
Akar ini menjadi fondasi bagi trembesi untuk berdiri kokoh dan mampu bertahan hingga ratusan tahun.
Seperti yang diungkapkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi Dwi Handajani.
Menurutnya, pohon trembesi tidak mudah tumbang karena memiliki akar yang kuat dan menjalar ke dalam tanah.
”Akar pohon trembesi termasuk jenis akar tunggang yang kuat dan kokoh. Keunggulan pohon ini memiliki akar tunggang relatif berumur panjang. Sehingga, cocok untuk aktivitas penghijauan dan reboisasi,” ujar Yani, sapaan Dwi Handajani.
Meski demikian, akar pohon trembesi juga mampu menyebabkan masalah lain ketika menjalar begitu hebat.
Seperti mampu merusak bangunan yang ada di sekitar pohon trembesi.
Baca Juga: Pendaki Kawah Ijen Bawa Surat Sehat Abal-Abal, Pakai Kop Puskesmas Kabat, Diduga Dipalsukan Guide
”Kelemahan dari jenis akar ini dapat merusak jalan dan pekarangan. Karena akarnya dapat merusak bangunan yang ada di sekitarnya,” jelas Yani.
Dilihat dari bentuk batang, pohon trembesi memiliki bentuk batang yang bervariasi. Mulai dari bentuk bengkok, menggelembung, hingga tegak.
Batang pohon trembesi ini juga terkenal kokoh. Semakin lama usia pohon trembesi, maka semakin lebar batang pohon tersebut.
”Batang pohon trembesi juga sangat kuat dan bercabang-cabang. Pohon trembesi memiliki berbagai manfaat bagi lingkungan dan ekonomi, di antaranya yaitu menjaga cadangan air sehingga cocok untuk konservasi sumber daya air dan daerah aliran sungai (DAS),” pungkas Yani. (rei/bay/c1)
Editor : Ali Sodiqin