RadarBanyuwangi.id – Pohon angsana atau sonokembang paling banyak ditemui di tepi jalanan di pusat kota Banyuwangi.
Tanaman ini sudah lebih dari 30 tahun menghiasi kota the Sunrise of Java.
Salah Satu ruas jalan yang masih ditumbuhi angsana adalah Jalan Jaksa Agung Suprapto Banyuwangi.
Sejatinya, tak hanya kawasan tersebut. Sepanjang Jalan Surati juga masih banyak angsana berusia tua.
Demikian pula sepanjang Jalan Letjen Sutoyo. Banyak pula angsana yang tumbuh di sekitar kantor Kelurahan Pengatigan di Jalan MH Thamrin Banyuwangi.
Selain sebagai perindang, pohon dengan nama latin Pterocarpus indicus tersebut juga berfungsi untuk mempercantik wajah kota di era tahun 1990-an.
Bentuk pohon angsana dikenal tegak dan ranting bercabang lebar.
Hal tersebut membuat pohon angsana juga cocok sebagai ornamen hidup di area perkotaan.
”Angsana memang layak untuk penghijauan, terutama di kota,” ujar Rina Novi Cahyani alias Opie, pemilik salah satu kios bunga di Banyuwangi.
Menurut Opie, angsana merupakan pohon yang mekiliki batang dan akar yang kokoh.
Pohon ini memang dikhususkan sebagai jenis pohon hias, sebab angsana bukan tanaman berbuah.
Sementara itu, pohon angsana sudah ditanam di Banyuwangi sekitar tahun 1990-an.
Hingga kini, pohon-pohon tersebut masih kokoh berdiri sebagai peneduh di tepi jalan.
Salah satu keunikan angsana yakni bunganya yang berwarna kuning cerah
Angsana dapat tumbuh hingga mencapai tinggi 40 meter.
Tidak heran jika pohon angsana sering dijadikan sebagai pohon hias. Khususnya, untuk memperindah daerah pinggiran jalan.
”Kalau pas masa mekar, pinggiran jalan itu jadi lebih berwarna,” imbuh Opie.
Lebih dari itu, pohon angsana merupakan salah satu tumbuhan yang menjadi produsen kayu berkualitas tinggi.
Pohon yang juga dikenal dengan sebutan sonokembang tersebut kerap menjadi andalan tanaman yang dapat mengakumulasi zat timbal (Pb) di udara.
Timbal (Pb) merupakan salah satu jenis logam yang berbahaya bagi tubuh.
Zat tersebut bersifat karsinogenik, yaitu zat yang berpotensi menyebabkan kanker. (rei/bay/c1)
Editor : Ali Sodiqin