RadarBanyuwangi.id – Pohon mahoni termasuk pohon dengan ketinggian rata-rata 25 meter. Bahkan, sering ditemukan pohon dengan tinggi lebih dari 30 meter.
Pohon bernama latin Swietenia macrophylla King ini banyak ditemukan tumbuh di kaki Gunung Ijen. Tepatnya, di sekitar Perkebunan Kalibendo.
Di perkebunan ini berdiri tegak pepohonan mahoni berdiameter sekitar 2,5 meter.
Meski perah terjadi pembalakan, namun pohon dengan diameter besar terbilang masih cukup banyak di Banyuwangi.
Di kawasan perkebunan Kalibendo, pohon mahoni diameter besar jumlahnya mencapai hampir 2.000 pohon.
Pohon mahoni bergaris tengah antara 1 meter dan 2,5 meter itu ditanam sebagai pembatas Perkebunan Kalibendo dengan kawasan hutan produksi Perhutani Banyuwangi Barat, perkebunan lain, dan perkampungan.
Selain itu, mahoni itu juga berfungsi sebagai pematah angin (windbreaker) serta penahan erosi dan menjaga sumber mata air.
Posisi Perkebunan Kalibendo yang relatif tinggi dengan hamparan tanaman cengkih, kopi, dan karet seluas hampir 822 hektare, sangat rentan dihantam angin.
Oleh karena itu, keberadaan ribuan pohon mahoni itu menjadi benteng tanaman-tanaman produksi tersebut.
Apalagi, kini sudah tidak ada lagi tanaman-tanaman berdiameter besar di sekitar kawasan Perkebunan Kalibendo akibat pembalakan liar
Mahoni masuk dalam pohon besar karena dapat tumbuh tinggi mencapai 25 meter sampai 40 meter. Sedangkan diameter kayu bisa mencapai 2,5 m.
Mahoni berakar papan dengan kulit kelabu gelap dan beralur dengan jarak yang lebar, agak melengkung.
Mahoni mempunyai sistem perakaran berupa akar tunggang yang menembus ke dalam tanah.
Jenis akar tunggang membuat tegakan pohon ini kuat dan tidak mudah roboh terkena angin.
Fungsi akar tunggang juga memudahkan tanaman mahoni untuk mencari air jauh ke dalam tanah. Sehingga, pohon mahoni sanggup bertahan di musim kemarau.
Batang pohon mahoni berbentuk tegakan bulat yang dapat mencapai tinggi 30 meter lebih pada kondisi lingkungan yang optimal.
Warna batang mahoni cokelat keabu-abuan dengan banyak cabang.
Setelah tua, kulit batangnya akan berubah menjadi kehitaman dengan alur dangkal seperti sisik yang mudah terkelupas.
Di ujung cabang-cabang ini, membentuk kanopi yang lebar dan rimbun. (ddy/bay/c1)
Editor : Ali Sodiqin