Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kisah Pilu Kecelakaan Pikap di Tanjakan Langring Banyuwangi; Dekorasi Pernikahan Hancur, Kursi Pengantin Berantakan

Bagus Rio Rohman • Sabtu, 6 Januari 2024 | 21:00 WIB
TURUT BERDUKA: Korban selamat kecelakaan pikap, Nurul Hidayat (kanan), menemui Muhammad Yunus di rumahnya Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, kemarin (5/1).
TURUT BERDUKA: Korban selamat kecelakaan pikap, Nurul Hidayat (kanan), menemui Muhammad Yunus di rumahnya Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, kemarin (5/1).

RadarBanyuwangi.id – Kecelakaan maut sebuah pikap sarat muatan di Dusun Langring, Desa Jambesari, Kecamatan Giri, Banyuwangi, Rabu malam lalu (3/1) masih menyisakan kepedihan mendalam bagi penumpang.

Tiga orang selamat setelah melompat dari bak pikap P 8160 VE yang mengangkut barang-barang dekorasi pernikahan tersebut.

Setidaknya ada empat penumpang berhasil selamat saat pikap mengalami kecelakaan di tanjakan tajam Langring.

Mereka adalah Rois, 24; Agus, 29; Budi, 25; dan Nurul Hidayat, 23. Semuanya warga Desa Dadapan, Kecamatan Kabat.

Tiga orang terkilir akibat melompat dari pikap. Sedangkan satu korban lainnya menderita sakit di punggung akibat ikut terjun ke jurang setinggi 5 meter bersama kendaraan yang ditumpangi.

Meski begitu, mereka tetap bersyukur karena selamat dari kecelakaan maut yang menewaskan seorang balita berusia dua tahun tersebut.

”Alhamdulillah bisa selamat, meski harus terkilir di bagian kaki akibat melompat dari kendaraan,” ujar Rois, salah satu penumpang yang duduk di bak belakang.

Rois nekat melompat setelah melihat kondisi kendaraan melaju mundur.

”Kendaraan mundur ke arah kiri jalan, sehingga cukup ruang untuk melompat. Saya bersama dua penumpang lainnya melompat, meski akhirnya kaki kiri terkilir,” ungkapnya.

Beda cerita dengan Nurul Hidayat. Pria yang bekerja sebagai office boy (OB) di perusahaan media tersebut ikut terjun bersama pengemudi kendaraan dan dua korban lainnya, yaitu Yeni Fatmawati, 24, dan anaknya yang meninggal Shanum Kanaya Fitri.

GARA-GARA MATI MESIN: Pikap bernopol P 8160 VE dievakuasi setelah terjun ke jurang sedalam 5 meter di Dusun Langring, Desa Jambesari, Kecamatan Giri, Rabu malam (3/1).
GARA-GARA MATI MESIN: Pikap bernopol P 8160 VE dievakuasi setelah terjun ke jurang sedalam 5 meter di Dusun Langring, Desa Jambesari, Kecamatan Giri, Rabu malam (3/1).

”Malam itu saya naik di atas bak pikap sebelah kiri,” ujar Dayat, panggilan akrab Nurul Hidayat

Dayat mengaku tidak merasakan firasat apa pun sebelum kejadian nahas menimpanya.

Apalagi, dia sudah terbiasa naik kendaraan bak terbuka ketika harus mengangkut barang-barang untuk keperluan dekorasi.

”Saya baru pertama kali melewati jalur menanjak. Sopir juga baru pertama melewati jalur tersebut sehingga kurang bisa menguasai medan. Kondisi jalan cukup gelap, tidak terlihat ada jalan menikung dan menanjak,” papar Dayat.

Begitu melewati jalan menikung, sopir langsung banting setir ke kiri. Celakanya, saat melaju di jalan tanjakan, mesin pikap mendadak mati.

”Saat mobil mati itulah, kendaraan mendadak mundur dan langsung terjun ke jurang,” sebutnya.

Dayat tidak sempat melompat seperti penumpang lainnya karena posisinya di atas kabin pikap. Dia tetap berpegangan di bak kendaraan.

”Saya tetap pegangan erat di bak, sampai akhirnya ikut terjun ke jurang bersama kendaraan,” ungkapnya.

Selain Dayat, di mobil tersebut ada sopir Muhammad Yunus, Yeni Fatmawati, beserta seorang balita.

Ketika kendaraan sudah berada di jurang, yang dikhawatirkan hanya balita yang berada di dalam kabin pikap. Tidak ada suara tangisan apa pun.

”Kondisinya benar-benar gelap, tidak ada suara apa pun. Termasuk suara balita yang duduk bersama ibunya di kabin sebelah kiri. Saya tidak menyangka bakal seperti ini. Niatnya pasang dekorasi pernikahan, malah berujung maut. Dekorasi yang hendak dipasang, hancur semua, termasuk kursi pengantin,” ungkap Dayat.

Seperti diberitakan, kecelakaan tunggal terjadi di jalan raya Dusun Langring, Desa Jambesari, Kecamatan Giri, Rabu malam (3/1).

Peristiwa yang terjadi pukul 21.30 tersebut melibatkan pikap Mitsubishi bernopol P 8160 VE.

Akibat insiden tersebut, seorang balita meninggal dunia, sedangkan dua penumpang luka-luka.

Kendaraan yang ditumpangi rombongan pengiriman dekorasi tersebut diduga tidak kuat naik jalan tanjakan.  Akibatnya, pikap terjun ke jurang sedalam lima meter.

Korban meninggal masih berusia dua tahun. Dia adalah Shanum Kanaya Fitri.

Korban merupakan anak dari Yeni Fatmawati, 24, warga Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, yang merupakan salah satu penumpang kendaraan tersebut.

Balita tersebut meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit karena mengalami luka di bagian kepala. 

Sedangkan dua korban luka-luka yakni Muhammad Yunus, 25, dan Yeni Fatmawati, 24, keduanya warga Desa Pondoknongko, Kecamatan Kabat.

Keduanya mengalami luka cukup parah di bagian badan dan kepala. (rio/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#dekorasi #kecelakaan #pikap #luka #korban #giri #meninggal #banyuwangi #pernikahan #Jambesari