RadarBanyuwangi.id – Keluarga besar Rumah Sakit Islam (RSI) Fatimah Banyuwangi berduka. Direktur RSI Fatimah dr Syamsul Ma’arif meninggal dunia setelah sempat dirawat beberapa hari akibat penyakit lambung dan jantung yang dialami.
Innalillahi wa innailaihi raji’un. Telah meninggal dunia Direktur RSI Fatimah Banyuwangi dr Syamsul Ma’arif. Semoga husnul khatimah. Begitu pesan yang tersebar dalam WhatsApp Group (WAG).
Kabar duka itu tersebar dengan cepat. Suasana duka menyelimuti keluarga besar RSI Fatimah, Rabu (20/9). Kepergian Syamsul menjadi duka mendalam bagi keluarga dan kolega, tidak terkecuali keluarga besar Jawa Pos Radar Banyuwangi.
Maklum, selama memimpin RSI Fatimah, jalinan kerja sama terus terbangun dengan baik. Yang terakhir, RSI Fatimah menjadi mitra dalam kegiatan Lomba Kreasi Baris Berbaris (LKBB) yang digelar Jawa Pos Radar Banyuwangi bersama Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi.
Wakil Direktur Bidang Umum dan Keuangan RSI Fatimah Banyuwangi Ainur Rofik menceritakan, sebelum jatuh sakit dan dirawat di RSI Fatimah pada Senin (18/9), dr Syamsul mengikuti sejumlah kegiatan di luar kota. ”Beliau jadwalnya padat,” ujarnya.
Pada bulan Agustus, dr Syamsul mengikuti kegiatan workshop di Semarang, kemudian Rakernas di Jogjakarta, dan dilanjutkan akreditasi rumah sakit.
”Namanya saja direktur rumah sakit, tentu memiliki tanggung jawab yang sangat besar,” kata Rofik.
Pada Jumat (15/9), dr Syamsul berangkat ke Surabaya untuk mengikuti rapat kerja wilayah (Rakerwil) rumah sakit.
Baru pada Minggu pagi (17/9) ada sedikit gangguan kesehatan di bagian perutnya. Setelah diperiksa ternyata ada gangguan di lambungnya.
”Karena merasa kurang sehat, kita motivasi untuk beristirahat. Senin (18/9) pukul 16.00, beliau masuk rumah sakit. Saya ikut mendampingi hingga pukul 21.00,” jelas Rofik.
Setelah dirawat intensif, Selasa (19/9) dr Syamsul diminta istirahat total. Namun, pada Rabu pagi (20/9) mendadak ada laporan jika kondisi kesehatan dr Syamsul kurang stabil hingga harus dirawat di ICU.
”Kebetulan saya yang mendampingi beliau. Karena kondisi kesehatan kurang stabil akhirnya dokter anestesi, dokter penyakit jantung dan penyakit dalam, melakukan pemeriksaan dan diputuskan harus dipasang ventilator,” terang Rofik.
Segala upaya telah dilakukan dengan layanan terbaik. Namun, Allah berkehendak lain. Pada Rabu (20/9) pukul 10.40, dokter Syamsul mengembuskan napas terakhirnya.
Berita duka itu langsung menyebar ke keluarga, saudara, kolega, dan handai tolan.
Agar tidak merepotkan keluarga, jenazah almarhum diurus total oleh pihak rumah sakit, mulai menyucikan hingga mengkafani.
Usai salat Duhur, sebagai bentuk penghormatan untuk kali terakhir, jenazah disalatkan di RSI Fatimah.
Selanjutnya jenazah diantar ke rumah duka di Kelurahan Karangrejo. Pukul 14.00 dibawa ke rumah induk di Jalan dr Soetomo Banyuwangi.
Selepas salat Asar, jenazah dimakamkan di tempat pemakaman umum Kelurahan Penganjuran, tepatnya di sebelah selatan Pemkab Banyuwangi.
”Permintaan dari pihak keluarga dr Syamsul, jenazah dimakamkan di dekat makam ayah dan ibu kandungnya di TPU Penganjuran,” kata Rofik.
dr Syamsul Ma’arif dilantik menjadi Direktur RSI Fatimah Banyuwangi pada Rabu (19/2/2020). Dia menggantikan dr Slamet Widodo MKes SpOG yang menjabat sejak 2014–2020.
Masa tugas dr Syamsul sebagai direktur seharusnya baru berakhir pada Februari tahun 2024.
Sebelum meninggal dunia, almarhum memiliki impian yang sangat besar, yakni membangun RSI Fatimah tujuh lantai. Bahkan, rancangan gambarnya juga telah selesai disiapkan.
”Beliau meninggal dunia saat bertugas dan berdinas sepulang mengikuti serangkaian kegiatan. Beliau sosok pemimpin yang amanah, pekerja keras, dan bertanggung jawab. Setiap diberikan pekerjaan selalu berusaha dituntaskan,” tandas Rofik.
Almarhum meninggalkan istri dan tiga orang anak yang masuk duduk di bangku SMA, SMP, dan SD.
Semasa hidupnya almarhum pernah mengenyam pendidikan di SMPN 1 Banyuwangi, SMAN 1 Glagah, dan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang. Selamat jalan dokter, semoga jasa dan segala amal salehmu mengantarkan ke surga. (ddy/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin