Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sejak Kecil Ingin Punya Rumah Sakit Sendiri, dr Sulistyowati Selalu Ingat Pesan Orang Tua, Urip Iku Urup

Bagus Rio Rohman • Senin, 24 Juli 2023 | 22:00 WIB
BERI LAYANAN YANG SAMA: dr Sulistiyowati memeriksa pasien yang datang di RSUD Genteng. dr Sulistiyowati bersama suami dan tiga anaknya.
BERI LAYANAN YANG SAMA: dr Sulistiyowati memeriksa pasien yang datang di RSUD Genteng. dr Sulistiyowati bersama suami dan tiga anaknya.

RadarBanyuwangi.id – Menjadi seorang dokter menjadi dambaan banyak orang. Salah satunya dr Sulistyowati. Dokter yang tinggal di Desa Kebaman, Kecamatan Srono, Banyuwangi, tersebut kini punya rumah sakit sendiri. Cita-cita memiliki rumah sakit sudah tertanam sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Mengabdi untuk masyarakat. Itulah yang selalu ditanamkan dalam diri Sulistyowati. Sudah 20 tahun lebih, warga Desa Kebaman, Kecamatan Srono tersebut mengabdikan dirinya sebagai dokter.

Putri bungsu dari almarhum pasangan suami istri (pasutri) Lasemo dan Mu'inah tersebut kini menjadi seorang dokter umum. Meski sudah mengemban tugas di bagian struktural di RSUD Genteng, Sulistyowati berhasil mendirikan rumah sakit (RS) sendiri yang diberi nama Rahayu Medika di kampungnya Desa Kebaman.

Perjalanan mendirikan rumah sakit tidak cukup mudah. Meski dapat dukungan dari suaminya, yaitu Haryoto serta keluarga besarnya, saat mendirikan RS Rahayu Medika tidak segampang yang diharapkan.

Pada tahun 2006, RS Rahayu Medika masih hanya menjadi klinik rawat inap. Hanya melayani beberapa pasien yang merasa kejauhan jika harus ke RS.

Namun, perjalanan tersebut akhirnya dapat dilampaui di tahun 2015. Klinik yang didirikan akhirnya resmi menjadi RS yang pelayanannya cukup bagus bahkan terdapat poli umum dan poli  gigi.

"Pendirian RS memang tidak begitu mudah, harus memenuhi standar operasional yang ditentukan," kata Sulistyowati.

Cita-cita ingin menjadi dokter dan punya rumah sakit sendiri sudah tertanam  sejak masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Kala itu, masyarakat yang mau berobat ke rumah sakit harus menempuh jarak yang cukup jauh. Melihat kondisi masyarakat seperti itu, Sulistyowati  bertekat membangun RS sendiri.

"Saya sering diajak ke sawah oleh orang tua untuk mengawasi pekerja.  Di sanalah saya terispirasi menjadi seorang dokter dan mendirikan RS sendiri untuk membantu masyarakat," ungkap bungsu dari tujuh bersaudara tersebut.

Sulistyowati melihat banyak orang tua yang bekerja sebagai buruh tani. Dalam hatinya  bertanya-tanya bagaimana kalau petani tersebut mendadak jatuh sakit, lalu berobat ke rumah sakit.

"Saat itu saya masih duduk di bangku SD. Saya pun bercita-cita bisa mendirikan RS agar bisa membantu dan berbagi kepada warga kurang mampu," ungkapnya.

Seiring berjalannya waktu dan berkat doa kedua orang tuanya, berdirilah pelayanan kesehatan di desanya. Selain bisa mendekatkan pelayanan bagi masyarakat, pelayanan kesehatan bisa membuka lapangan pekerjaan bagi petugas klinis maupun non-klinis.

 "Berawal dari klinik rawat inap yang kami dirikan pada tahun 2006, kini berkembang menjadi rumah sakit ibu dan anak di tahun 2015. Saat ini sudah menjadi rumah sakit umum yang menjadi jujugan masyarakat, terutama wilayah Srono dan sekitarnya," jelasnya.

Selain melayani pasien umum, RS Rahayu Medika juga mengutamakan pasien BPJS rawat jalan maupun rawat inap tanpa membedakan status. Semua pasien mendapatkan pelayanan yang sama.

"Saya selalu mengingat pesan orang tua, urip iku urup. Sejatinya dalam kehidupan, kita akan berarti jika kita bermanfaat bagi orang lain," pungkasnya. (rio/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#cita-cita #rumah sakit #dokter #klinik