Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kegembiraan Dua Bocah Karangbendo Menerima Hadiah Sepeda dari Jokowi 

Syaifuddin Mahmud • Jumat, 13 Januari 2023 | 19:35 WIB
PULANG SEKOLAH: Muhamad Dian Septiawan (kanan) dan Aditya Fitra Maulana mengayuh sepeda pemberian Presiden Jokowi, Rabu (11/1).(Dedy Jumhardiyanto/Radar Banyuwangi)
PULANG SEKOLAH: Muhamad Dian Septiawan (kanan) dan Aditya Fitra Maulana mengayuh sepeda pemberian Presiden Jokowi, Rabu (11/1).(Dedy Jumhardiyanto/Radar Banyuwangi)
ROGOJAMPI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan sepeda gunung dalam Festival Tradisi Islam Nusantara (FTIN) Senin lalu (9/1). Dua bocah asal Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, ikut mendapatkan rezeki nomplok dari orang nomor satu di republik ini.

Sorot mata Muhamad Dian Septiawan, 12, dan Aditya Fitra Maulana, 12, menampakkan keceriaan malam itu. Keduanya dipanggil menuju panggung utama FTIN oleh Presiden Jokowi untuk mendapatkan hadiah sepeda pancal. Sepeda tersebut sudah diterima oleh dua bocah yang saat ini masih duduk di bangku kelas 6 SDN 3 Karangbendo.

Pada bodi sepeda kayuh itu terdapat tulisan ”Hadiah Presiden Jokowi”. Dian dan Adit mendapatkan hadiah sepeda karena berhasil mengundang decak kagum Jokowi ketika menabuh hadrah (rebana). Keduanya terlihat paling muda di antara ratusan penampil lainnya.

Begitu dipanggil Jokowi, keduanya berjalan menuju panggung dengan mendapatkan pengawalan Paspampres. Dian mendapatkan giliran pertama memperkenalkan diri saat ditanya Presiden Jokowi, dilanjutkan Adit.

Sepeda hadiah pemberian presiden ketujuh RI tersebut langsung tiba keesokan harinya sesuai alamat. ”Selasa sore sudah sampai di rumah diantarkan oleh kurir ke rumah. Rabu pagi langsung saya pakai ke sekolah,” ujar Dian dibenarkan Adit saat ditemui di rumahnya, Rabu (11/1).

Warga Dusun Bades, Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi ini tak menyangka akan mendapatkan hadiah dan bisa bertemu langsung dengan orang nomor satu di Indonesia. ”Ya senang dan bangga bisa dapat hadiah dari presiden,” ucap keduanya.

Dian mengaku sudah memiliki sepeda. Sehari-hari sepeda pemberian orang tuanya tersebut dipakai untuk sekolah. Karena punya sepeda baru, sepeda lamanya itu hanya digunakan saat bermain di rumah. ”Kalau sepeda dari Pak Jokowi, saya simpan dan rawat dengan baik,” katanya polos.

Jarak rumah Dian menuju sekolah tidak terlalu jauh, hanya sekitar 200 meter. Lain halnya dengan Adit, untuk berangkat dan pulang sekolah anak semata wayang pasangan suami istri Ghofur dan Nurul ini memilih berjalan kaki. Namun, sejak mendapatkan hadiah sepeda dari presiden, langsung dipakai setiap hari. ”Saya memang pingin punya sepeda, sekarang sudah keturutan,” tuturnya.

Meski usianya masih belia, kedua bocah ini tergolong lincah dan terampil. Keduanya tidak hanya sebagai penabuh hadrah paling muda, melainkan juga paling kecil dibanding 788 talent lainnya yang ikut dalam penampilan Kreasi Hadrah Nusantara. Bahkan, baju seragam NU warna hijau yang dikenakan mereka juga terlalu besar.

Dian dan Adit bisa ikut dalam penjaringan penabuh Kreasi Hadrah Nusantara karena diajak oleh Ustad Slamet, tetangga rumahnya. Mereka mengaku berlatih empat kali, yakni di Masjid Muhammad Ceng Ho, dan tiga kali di lapangan Stadion Diponegoro. Meski harus latihan sampai larut malam, Dian dan Adit tetap semangat bersekolah. ”Waktu latihan sampai tengah malam ya ngantuk, tapi bagaimana lagi,” ujar Adit.

Keduanya memang kerap ikut menabuh hadrah dalam berbagai kesempatan, baik di kampung maupun di sekolah. Bahkan, keduanya kerap manggung di acara-acara pengajian dan pawai. ”Saya sudah sering menabuh hadrah di rumah sejak kelas lima SD,” terang Adit.

Di Kampung Dusun Bades tempat mereka tinggal terdapat grup kelompok hadrah kuntulan. Tak jarang dalam setiap kesempatan keduanya ikut berlatih. Tidak hanya grup hadrah kuntulan, melainkan juga hadrah marawis Al Banjari. ”Anak-anak ini memang terlatih dan terbentuk dari lingkungan. Mereka belajar secara otodidak yang diajarkan oleh pelatih,” timpal Maslahak, Kepala SDN 3 Karangbendo.

Diungkapkan Maslahak, selain Dian dan Adit, masih banyak alumni SDN 3 Karangbendo yang saat ini sudah duduk di bangku SMP dan SMA, terlibat dalam FTIN sebagai penabuh hadrah. Meski demikian, hingga kini belum ada kegiatan ekstrakurikuler hadrah kuntulan maupun hadrah marawis Al Banjari di sekolah tersebut. ”Ke depan kami sedang mengupayakan untuk bisa memfasilitasi dan mengembangkan potensi minat dan bakat anak dalam bidang seni budaya,” terangnya.

Maslahak ikut bangga ketika menyaksikan Dian dan Adit dipanggil Presiden Jokowi naik ke panggung utama.  Yang membanggakan lagi, keduanya juga mendapatkan hadiah sepeda dari presiden. ”Semoga kelak keduanya menjadi anak berprestasi dan membanggakan bagi keluarga, masyarakat, agama, nusa, dan bangsa,” tandasnya. (ddy/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud
#Sepeda Jokowi #Festival Tradisi #1 Abad NU #Islam Nusantara