Pengurus TITD Hoo Tong Bio Iwan mengatakan, bersih-bersih ini dilakukan untuk persiapan Imlek sekaligus HUT Kongco pada 18 Februari nanti. Umat melakukan bersih-bersih pendapa, altar, lampion, jubah, hingga mahkota Kongco. "Petugas kebersihan berbagi tugas. Petugas yang membersihkan rupang harus vegetarian. Yang lain, bisa bersih-bersih bagian lain, seperti meja dan sisi luar kelenteng. Tidak boleh menyentuh rupang," kata Iwan.
Salah satu Umat Hoo Tong Bio Bambang Witarsa menambahkan, kebiasaan Ciak Jai atau menjadi vegetarian bagi yang membersihkan patung-patung dewa dan Kongco sebenarnya bukan sebuah kewajiban. Namun, karena tuan rumah Kongco Tan Hu Cin Jin merupakan penganut Taoisme, umat menghormatinya dengan membersihkan diri sebelum menyentuh rupang. "Selain mandi dan keramas untuk membersihkan bagian luar tubuh, kita Ciak Jai juga. Tidak semuanya vegetarian asli, tapi sehari sebelumnya harus sudah menjadi vegetarian," jelasnya.
Tahun ini, menurut mantan Ketua TITD Hoo Tong Bio itu, tak hanya jubah milik Kongco yang diganti baru, tapi juga mahkotanya. Artinya, ada harapan baru, terutama untuk kehidupan yang lebih baik kepada seluruh umat tahun ini. Jubah yang dipilih Kongco adalah warna kuning sebagai lambang kekuasaan dan kemakmuran. "Tahun kemarin warnanya merah. Tahun ini menawarkan warna kuning pada Yang Mulia Kongco dan langsung diterima," tegasnya.
Pria yang memiliki nama asli Ong Kian Hwie ini berharap ada perubahan di Tahun Kelinci Air. Terutama dari sisi ekonomi yang benar-benar terpukul selama pandemi Covid-19. "Kelinci simbol kebahagiaan, semoga dengan unsur air nanti kebahagiaanya bisa mengalir seperti air," tandasnya. (aif) Editor : Gerda Sukarno Prayudha