Nasikin Tamim adalah warga Jalan DI Panjaitan Nomor 34-A, Kelurahan Temenggungan, Kecamatan Banyuwangi. Dia merupakan penyanyi top Banyuwangi di era tahun 1960-an. Nasikin merupakan vokalis pop solo dengan ciri khas suara tenor. Dia juga mahir melantunkan lagu-lagu berbahasa Inggris.
”Pak Nasikin adalah vokalis pop barat yang warna vokalnya terasa begitu kuat. Beliau boleh dibilang penyanyi pop terbaik Banyuwangi sepanjang masa,” ungkap Selamet Momo Hariyanto, salah seorang seniman Banyuwangi.
Momo mengaku intens bertemu dengan Nasikin sejak sepuluh tahun terakhir. Dia ingin mengabadikan vokal lagu-lagu emas Nasikin yang hendak diproduksi ulang. ”Saya sering diputarkan lagu-lagu rekaman Pak Nasikin, suaranya sangat luar biasa,” katanya.
Pada eranya, boleh di bilang Nasikin adalah seorang penyanyi pop barat ternama dan menjadi idola. Dulu industri musik Indonesia masih berkiblat pada musik barat. Kala itu, sudah ada warga Banyuwangi yang menjadi penyanyi pop ternama sejajar dengan penyanyi nasional seperti Titiek Puspa, Husin Alatas, Bing Slamet, Bob Tutupoli, dan Broery Pesolima. ”Bagi saya Pak Nasikin adalah kamus berjalan. Saya serap ilmunya agar tidak terlupakan begitu saja,” terang lelaki yang juga seniman lukis ini.
Nasikin semasa mudanya adalah penyanyi yang cerdas. Dia mampu menguasai berbagai genre musik. Nasikin bergabung di grup band masa itu (di era tahun 1960-an). Posisinya sebagai vokalis utama. Ada grup Nekarama pimpinan Louis Turangan di Kampung Ujung yang merupakan grup musik orang-orang Ambon di Banyuwangi (1961), Grup Ramona pimpinan Nasihin (1963), D’lloyd, Bambu Ria (Pabrik Kertas Basuki Rahmat), Gafilas, Romantika, dan masih banyak grup band lainnya.
Nasikin ialah penyanyi multitalenta yang selalu berpenampilan necis saat di panggung maupun kehidupan sehari-hari. Selain di Banyuwangi, dia pernah berkiprah di Jakarta dan manggung di hotel-hotel di Bali. Kebanyakan lagu-lagu yang dinyanyikan berirama pop, latin, dan jazz dengan bahasa Inggris.
Kala itu, kata Momo, lagu-lagu Banyuwangi belum begitu familier meski grup band sudah bermunculan. ”Pak Nasikin mengaku pernah ditahan gara-gara menyanyikan lagu Genjer-Genjer setelah tahun 1966. Kala itu lagu Genjer-Genjer dianggap sesuatu tabu,” ungkapnya.
Salah satu penyanyi yang pernah dididik langsung oleh Nasikin yakni Emili Contessa. Kala itu Emilia Contesa yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) mengikuti lomba Pop Singer. Bakat olah vokal Emilia Contessa sudah terlihat sejak kecil. Dia kerap manggung dari kampung ke kampung.
Berkat didikan Nasikin, Emilia Contessa terpilih sebagai juara I lomba menyanyi pop dalam rangkaian PON VII di Surabaya. Momen itulah yang mengantarkan Emilia Contessa sukses menjadi penyanyi.
”Kisah hidup Pak Nasikin sangat berharga untuk kita renungkan. Sayang sekali kalau pengetahuan dan kemampuannya harus berlalu begitu saja disapu angin dan waktu. Selamat jalan sang maestro,” kata Momo. (ddy/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud