Sungai sebagai salah satu ekosistem biotik memiliki peran yang penting bagi kehidupan. Sebab seperti kita ketahui, sungai menjadi habitat dari berbagai organisme akuatik.
Apabila sungai tercemar maka organisme yang ada di dalamnya dapat terancam. Hal tersebut yang membuat warga Dusun Kedunen, Desa Bomo mengubah sungai kecil mejadi tempat ternak beberapa jenis ikan, yakni ikan patin dan ikan koi.
Hasilnya, sungai kecil yang awalnya dipenuhi dengan sampah, semak belukar, dan terkesan tidak terawat tersebut kini nampak lebih indah dan bersih.
Kegiatan bersih-bersih itu diinisiasi oleh Wahyu Jati alias Wijaya. Dia bersama beberapa warga lain merasa miris melihat sungai di lingkungan tempat tinggalnya tidak terawat. “Dulu saya saja tidak mau pergi ke sungai ini meski siang hari,” ujarnya.
Dia mengaku ingin mengubah sungai yang tidak terawat dan permukaannya dipenuhi sampah tersebut menjadi tempat yang lebih bersih. “Awalnya cuma ingin membersihkan sungai saja, tapi setelah berdiskusi dengan warga lain mulai terpikirkan untuk membuatnya menjadi lebih bermanfaat lagi,” kenangnya.
Singkat cerita, sungai yang hanya memiliki lebar kurang lebih 2 meter tersebut dirombak menjadi kolam ikan patin. Benih ikan patin sebanyak 3 ribu ekor mereka dapatkan dari pembibitan ikan sekitar lingkungan tersebut. Wijaya bersama warga lainnya merasa senang dengan bantuan benih ikan yang diberikan.
Sementara itu, Wawan Prayitno selaku penasihat kelompok budi daya ikan patin merasa senang dengan perkembangan yang telah dicapai sampai saat ini. Dia tidak menyangka, sungai yang dahulu tidak sedap dipandang tersebut kini menjadi tempat yang lebih bermanfaat. “Siapa sangka tempat ini (sungai) menjadi ladang penghasilan untuk warga sekitar,” tuturnya.
Terhitung tiga bulan setelah benih ikan patin mulai ditebar di sungai, kini mereka tinggal menunggu masa panen pertama hasil jerih payah warga Desa Bomo tersebut. Namun, para pengelola tambak ikan sepakat hasil panen pertama akan digunakan untuk mengembangkan tambak menjadi lebih besar lagi.
Meskipun sudah diberikan besi penyaring sampah, namun setiap hari tambak selalu dibersihkan. Sebab, masih ada saja satu atau dua sampah yang hanyut di sungai.
Tak hanya itu, sungai kecil itu menjadi salah satu sarana edukasi bagi para pelajar. Mereka dapat belajar tentang cara menjaga sungai menjadi lebih baik dan budi daya ikan patin. (cw4/sgt) Editor : AF Ichsan Rasyid