Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Awalnya Hanya Kolektor, Kini Sri Hariyanti Menjadi Pengusaha Bunga

Ali Sodiqin • Kamis, 6 Oktober 2022 | 17:01 WIB
SEGAR: Sri Hariyanti menata tanaman hias miliknya di Kios Zaitun, Senin (3/10). (Gareta Wardani/Radar Banyuwangi)
SEGAR: Sri Hariyanti menata tanaman hias miliknya di Kios Zaitun, Senin (3/10). (Gareta Wardani/Radar Banyuwangi)
RADAR BANYUWANGI – Satu usaha, dapat dua keuntungan sekaligus. Tak sekadar menjadi ladang rezeki, tanaman hias juga bermanfaat baik terhadap kesehatan fisik dan mental. Itulah yang dirasakan Sri Hariyanti selama sepuluh tahun menggeluti bisnis tanaman hias.

Berbagai jenis tanaman hias seolah menyapa. Harum bunga pun menambah nuansa syahdu Senin pagi (3/10). Tepatnya, saat penulis mengunjungi Kios Bunga Zaitun, Banyuwangi.

Di kios yang berlokasi di Jalan Kepiting, sebelah selatan kantor BNI 46 Banyuwangi, menghampar aneka tanaman bunga. Ada aglonema, anthurium, mawar, bugenvil atau dikenal dengan sebutan bunga kertas, dan lain sebagainya.

Namun, mungkin tak banyak yang tahu pendirian kios bunga itu diawali dari keterpurukan yang dialami sang pemilik, yakni Sri Hariyanti. Pada tahun 2011, putri perempuannya meninggal dunia.

Sri mengaku beberapa orang yang tidak tega melihat keadaan Sri menyarankan dia untuk membangun kios bunga. ”Ada beberapa teman yang memberikan saya saran mencari kesibukan lain yang dapat menjadi terapi damai untuk saya,” ujar ibu tiga anak tersebut.

Dorongan itu pun diberikan bukan tanpa dasar. Sebab, Sri sudah menyukai tanaman hias sejak tahun 1990-an. Bahkan, dia mengoleksi beberapa tanaman hias, termasuk tanaman bunga. Berbagai jenis bunga dia miliki, bahkan dia rela membeli bunga hias dengan harga yang relatif mahal. ”Sebelum krisis moneter, misalnya, saya rela membeli bunga seharga Rp 750 ribu,” ungkapnya.

Singkat cerita, beberapa bulan berselang, yakni di tahun 2012, Sri mulai mencoba bangkit dengan merintis usaha tanaman hias di lahan miliknya sendiri. Tepatnya, lahan seluas 1.600 meter persegi di Jalan Kepiting. Berbagai jenis bunga dia datangkan dari luar daerah, seperti Malang dan Kediri.

Harga tanaman hias yang Sri jual sangat bervariasi. Ada yang dijual seharga ribuan rupiah hingga ratusan juta per batang. ”Ada bunga taman yang harganya hanya Rp 3 ribu per polybag kecil, dan yang paling mahal adalah bonsai seharga Rp 100 juta,” ungkapnya.

Sri mengaku sudah merasakan pahit manis selama sepuluh tahun bergelut dengan bisnis bunga hias. Mulai dari bunga jualannya dicuri orang tak bertanggung jawab, hingga hampir gulung tikar karena kesulitan menggaji karyawan. ”Sebelum ada closed circuit television (CCTV), beberapa bunga milik saya dicuri. Kira-kira bunga yang dicuri harganya Rp 45 juta,” kenangnya.

Meskipun begitu, Sri tetap bersyukur masih dapat membuka kios bunga kesayangannnya. ”Selama pandemi Covid-19 banyak sekali kios bunga yang gulung tikar. Alhamdulillah, meskipun cukup kesulitan saya masih dapat bertahan hingga sekarang,” tuturnya.

Saat ini, Sri dapat meraup omzer sebesar Rp 10 juta sampai Rp 15 juta dalam sebulan. ”Saya tidak pernah melakukan pembukuan selama menjalankan bisnis ini, setiap saya dapat uang langsung saya gunakan untuk membeli bunga lain,” kata perempuan berusia 58 tahun tersebut.

Berbagai manfaat dia rasakan selama sepuluh tahun merawat tanaman hias. Antara lain, Sri selalu merasa damai, tenang, dan lebih segar. Selain itu, di umur yang sudah tidak muda lagi, daya penglihatannya masih bagus. Hal itulah yang membuatnya tetap bertahan dengan bisnis tanaman hiasnya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Research Group for Urban Nature and Biosystems Enginering (NATURIB), Escuela Técnica Superior of Agricultural Engineering dari University of Seville, memiliki tanaman hias di rumah dapat memberikan pengaruh positif pada kesehatan mental penghuninya.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Urban Forestry & Urban Greening tersebut menunjukkan jika 74 persen dari 4.200 responden di 46 negara mengakui bahwa tanaman di rumah memengaruhi kesehatan mental mereka. Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk mengikuti jejak Sri Hariyanti tersebut? (cw4/sgt/c1) Editor : Ali Sodiqin
#bunga #hobi #kolektor #ekonomi #kios bunga