Pengelola pembibitan ikan yang berada di Balai Benih Ikan (BBI) yang dikelola Dinas Perikanan dan Kelautan Banyuwangi tetap melakukan pelayanan di sektor perikanan.
Koordinator BBI Kecamatan Kabat Giman mengatakan, sejak awal terjadinya pandemi korona, pembeli ikan sangat terasa sepi. Namun, sudah lebih tiga bulan ini mulai ada peningkatan, meski tidak seperti sebelum Covid-19.
”Dampak penurunan terhadap penjualan bibit ikan saat awal-awal pandemi virus korona, karena hampir semua restoran dan warung penjual ikan air tawar tutup beroperasi,” ungkapnya.
Sejak tiga bulan terakhir ini, kata Giman, penjualan sudah mulai membaik. Hanya, penjualan benih sementara ini tidak menentu, masih naik turun. Adapun jenis ikan yang paling banyak diburu dan diminati pembeli yakni bibit ikan lele, nila, dan gurami.
Selain itu, selama pandemi Covid-19 ini ikan jenis koi juga banyak diburu oleh pembeli dan sangat terasa penjualannya. Penjualan ikan koi mendadak booming dibanding sebelum adanya pandemi virus korona.
Giman menduga, tingginya permintaan ikan jenis koi tersebut karena banyaknya masyarakat yang mulai bosan berada di rumah selama pandemi. Sehingga, merawat ikan jenis koi menjadi salah satu aktivitas yang digemari ketika tetap berada di rumah.
BBI yang di terletak di Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat, Banyuwangi ini, menyediakan benih berbagai jenis ikan. Antara lain jenis ikan tombro, nila merah, nila hitam, gurami, lele, tawes, bawal, dan koi.
Untuk harga ikan, selama pandemi virus korona ini tidak ada kenaikan harga. Benih ikan jenis tombro misalnya, ikan dengan umur 1,5 bulan atau sebesar jempol orang dewasa harga per ekor bisa mencapai Rp 250. Sementara untuk ikan jenis nila sebesar kelingking dijual seharga Rp 200–250 per ekor. Untuk ikan lele ukuran 10 cm harganya Rp 150 per ekor, gurami sebesar ukuran jempol orang dewasa Rp 1.500 per ekor.
Sementara untuk ikan jenis koi umur sebulan harga Rp 200 per ekor. Namun, rata-rata masyarakat membeli ikan koi ukuran 10 cm dengan harga bisa mencapai Rp 30 ribu per ekor tergantung jenis, warna, dan motifnya.
Sementara untuk ikan konsumsi, harga ikan gurami konsumsi bisa mencapai Rp 40 ribu per kg, lele konsumsi Rp 19 ribu per kg, nila Rp 20 ribu per kg, tombro Rp 40 ribu per kg, ikan jenis patin dan bawal konsumsi Rp 30 ribu per kg.
Kendalanya, masyarakat kurang berminat mengonsumsi ikan air tawar karena kawasan Banyuwangi dekat dengan pesisir. Apalagi, Banyuwangi juga memiliki pelabuhan terbesar. Sehingga, masyarakat banyak mengonsumsi ikan air laut yang melimpah, mudah didapat, dan tersedia di pasaran dengan harga yang relatif lebih murah. (ddy/bay/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono