Kompetisi perahu layar Danlanal Cup digelar sebagai rangkaian peringatan HUT ke-77 TNI AL. Lomba perahu layar berlangsung di Pantai Waru Jejer, Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro.
Sebelumnya, event seperti ini berkurang gaungnya akibat diterpa pandemi Covid-19. Kini, setelah pandemi mulai mereda, nelayan kembali menunjukkan aksinya menaklukkan perairan Selat Bali. Mereka merancang perahu layar untuk diikutkan lomba di Selat Bali.
Lomba perahu layar merupakan bagian dari promosi wisata, terutama di wilayah pesisir Bulusan hingga Ketapang. Lomba yang diinisiasi TNI AL ini bisa membantu mendongkrak pertumbuhan ekonomi. ”Lomba seperti ini bisa menjadikan daya tarik bagi wisatawan lokal maupun luar negeri,” kata Wakil Bupati Sugirah yang didaulat untuk membuka lomba perahu layar.
Peserta lomba cukup antusias ”menjoki” perahu layar. Sebelum turun ke arena, peserta diajak membersihkan sampah di sepanjang pesisir Pantai Waru Jejer. Setelah bersih-bersih tuntas, peserta mulai menyiapkan perahu untuk lomba.
Beberapa peserta sudah membentuk tim-tim khusus yang menunjukkan kiprah mereka di dunia balap perahu layar. Sesuai aturan lomba, peserta harus mengarungi Selat Bali bolak-balik dari Pantai Waru Jejer ke Gilimanuk, lalu kembali lagi ke lokasi awal.
Pada etape awal, ada salah satu perahu yang patah tiang layarnya. Meski demikian, perahu tersebut tetap melanjutkan perlombaan dengan layar perahu yang tersisa.
Komandan Lanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Ansori mengatakan, ada 77 peserta yang turun dalam lomba kali ini. ”Lomba perayu layar kita gelar sebagai dukungan kepada para nelayan agar tetap antusias dalam melestarikan budaya yang menjadi ciri Indonesia sebagai negara maritim,” kata Danlanal Ansori. (fre/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud