Wujudnya menyerupai bukit pada serial televisi Teletubbies. Terdapat dua gundukan memanjang di belakang Pendapa Sabha Swagata Blambangan. Bukan bungker, di bawah dua bukit tersebut terdapat kamar-kamar yang dimanfaatkan untuk rumah tamu alias guest house.
Dua bukit lengkap dengan guest house tersebut merupakan bagian wajah baru pendapa kebanggaan masyarakat Banyuwangi tersebut. Bagian belakang kompleks rumah dinas bupati tersebut menjelma dari tempat yang awalnya terkesan kumuh, menjadi tempat yang nyaman nan indah.
Ya, guest house itu sejatinya bangunan lama. Bangunan tersebut berdiri memanjang di sisi barat bagian belakang pendapa. Tepatnya, di sebelah barat pringgitan atau bangunan utama di kompleks tersebut.
Catatan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, sebelum direnovasi, kamar-kamar itu tak difungsikan untuk tempat menginap tamu daerah yang berkunjung ke kabupaten ujung timur Pulau Jawa. Sebaliknya, bangunan itu pernah dimanfaatkan untuk mes pemain sepak bola tim Persewangi. Ada pula bagian bangunan yang dimanfaatkan untuk gudang, hingga kandang ayam di bagian ujung belakang.
Beberapa foto lawas menunjukkan, kondisi guest house tersebut cenderung tidak terawat. Atapnya terkesan reyot. Catnya kusam.
Namun, sejak beberapa tahun terakhir kesan kumuh tersebut sirna. Tepatnya, saat pemkab merenovasi guest house tersebut. Kala itu, Pemkab Banyuwangi menggandeng arsitek Adi Purnomo untuk mengubah wajah guest house serta landscape belakang pendapa tersebut. Renovasi rampung dilakukan pada era kepemimpinan Bupati Abdullah Azwar Anas, tepatnya pada 2012 lalu.
Hasilnya, bagian belakang pendapa menjelma landscape hijau nan menawan. Ada rerumputan yang menghampar, lengkap dengan beberapa pohon, seperti pohon mangga, sawo, kopi, hingga matoa. Bahkan, terdapat pula beberapa pohon yang bisa dibilang mulai langka, seperti pohon nanam dan pohon kepel.
Sementara itu, meski berada di dalam timbunan tanah, kamar-kamar beserta lorongnya sama sekali tidak gelap atau pengap. Berkas-berkas cahaya masih bisa masuk melalui lubang berlapis kaca di punggung bukit itu. Dinding-dindingnya yang dominan putih membuat ruangan kian terang sehingga tidak perlu ada lampu menyala saat siang hari di ruang bawah tanah tersebut.
Sementara itu, untuk mengimbangi transformasi guest house, gedung Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Dharma Wanita di bagian timur pendapa pun diubah menjadi ”Bukit Teletubbies”. Karena itu, area terbuka hijau di halaman belakang pendapa pun kian luas. Ada dua bukit panjang yang mengapit halaman belakang tersebut. Semuanya berhias rerumputan yang hijau. (sgt/bay/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono