Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Terminal Pariwisata Terpadu yang Dibangun dari Bekas Pasar Sobo

Rahman Bayu Saksono • Rabu, 7 September 2022 | 23:00 WIB
TEMPAT SAMA: Kondisi Pasar Sobo dipotret beberapa tahun silam. (Dok.Radar Banyuwangi)
TEMPAT SAMA: Kondisi Pasar Sobo dipotret beberapa tahun silam. (Dok.Radar Banyuwangi)
RADAR BANYUWANGI – Dua blok bangunan berdiri ”gagah”. Di lokasi yang sangat strategis. Tepatnya di pintu Kota Banyuwangi dari arah selatan. Twin block ini merupakan bagian dari Terminal Pariwisata Terpadu Banyuwangi.

Lokasi itu awalnya merupakan pasar tradisional. Yakni, Pasar Sobo. Selain menjajakan bahan-bahan kebutuhan pokok masyarakat, ada pula kios-kios—khususnya kios di bagian depan pasar— yang menjual barang-barang elektronik, seperti handphone, aneka lampu dan alat-alat listrik, dan sebagainya. Bagian belakangnya malah lebih dikenal sebagai pasar burung.

Singkat cerita, transformasi dimulai pada tahun 2015. Pembangunan terminal dilakukan dengan mengusung konsep go green. Pihak pemkab pun menggandeng arsitek kenamaan tanah air, Andra Matin.

Terdapat dua bangunan utama yang masing-masing terdiri dari empat lantai. Lantai dasar untuk area parkir dengan daya tampung 200 kendaraan, musala dan toilet, serta perkantoran agen travel. Lantai dua untuk kios tempat berbelanja suvenir dan oleh-oleh khas Banyuwangi. Sedangkan lantai tiga dan empat untuk dormitory tourism. Selain itu, di lantai teratas juga terdapat hall yang bisa digunakan untuk pertemuan atau menggelar acara.

Di kompleks tersebut tersedia terminal khusus angkutan wisata. Yakni tempat mangkal kendaraan, seperti minibus, trooper, maupun mobil jenis station wagon yang akan mengangkut penumpang ke berbagai destinasi wisata di Banyuwangi.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi M. Yanuarto Bramuda mengatakan, Terminal Pariwisata Terpadu mengusung konsep one stop service pariwisata. ”Bukan sekadar pusat oleh-oleh, tetapi semua sarana pariwisata ada di sana,” ujarnya.

Photo
Photo
TERTATA: Kawasan Terminal Wisata Terpadu eks Pasar Sobo sudah berubah menjadi lebih bersih dan rapi. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

Bramuda menjelaskan, semua sarana pariwisata yang dibutuhkan oleh orang-orang yang berkunjung ke kabupaten the Sunrise of Java ini tersedia di Terminal Pariwisata Terpadu tersebut. ”Ada transportasi, akomodasi, ruang kreatif, pusat oleh-oleh, hingga kuliner. Bukan itu saja, jika wisatawan ingin mencari tiket destinasi wisata, juga tersedia di lokasi tersebut. Ada pula kantor travel hingga kirim paket. Ada kantor ekspedisi. Kita bekerja sama dengan Kantor Pos dan lain-lain,” bebernya.

Belum cukup sampai di situ, penginapan untuk wisatawan juga tersedia di kompleks Terminal Pariwisata Terpadu tersebut, tepatnya dormitory tourism yang berjumlah 50 kamar. Bahkan, tersedia pula ruang kreatif. ”Ini menjadi semacam creative hub. Teman-teman yang mau diskusi tentang kreativitas, rapat-rapat, disiapkan di sana,” tutur pria yang karib disapa Bram tersebut.

Bukan sekadar menyiapkan berbagai sarana pariwisata, pemkab juga menyiapkan sejumlah kebijakan untuk mendorong semua wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi mampir ke Terminal Pariwisata Terpadu tersebut. Terutama wisatawan yang datang rombongan maupun para pejabat daerah lain yang datang untuk studi banding maupun belajar ke Bumi Blambangan.

Bramuda mengatakan, sejak beberapa tahun terakhir Banyuwangi kerap menjadi jujugan pejabat daerah lain se-Indonesia untuk studi banding atau studi tiru. Tahun lalu saja, sekitar 58 ribu orang datang untuk studi banding ke Banyuwangi. ”Ini menjadi potensi besar untuk menggerakkan ekonomi Banyuwangi. Tentu syaratnya, sebelum masuk ke kantor pemkab atau kantor-kantor instansi di Lingkup Pemkab Banyuwangi untuk belajar, mereka harus membuktikan dulu kalau sudah berkunjung dan sudah berbelanja di Terminal Pariwisata Terpadu. Ini win-win solution, belajar inovasi Banyuwangi-nya dapat, tetapi juga mereka menjatuhkan uangnya untuk masyarakat Banyuwangi,” bebernya.

Lebih lanjut Bramuda mengatakan, Bupati Ipuk Fiestiandani dan sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) beberapa waktu lalu belajar ke Jogjakarta. Dikatakan, industri kreatif di Kota Gudeg tersebut luar biasa besar. Tidak terkecuali industri musiknya. ”Industri kreatif dan musik luar biasa. Dampak ekonominya juga luar biasa besar. Ibu Bupati sengaja melihat YouTuber Tri Suaka semacam ngamen, dampaknya UMKM jalan, kulinernya juga jalan,” akunya.

Karena itu, selain dimanfaatkan untuk terminal pariwisata, lokasi itu juga kerap digelar berbagai event, termasuk Banyuwangi Culture Everyweek. ”Di malam hari bisa menjadi pusat kegiatan anak-anak muda Banyuwangi. Yang senang nyanyi bisa manggung di sana (Terminal Pariwisata Terpadu) sehingga menjadi daya tarik orang datang untuk menikmati musik dan belanja,” pungkasnya. (sgt/bay/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono
#Terminal Wisata #Tata Kota #Infrastruktur #Pasar Sobo #banyuwangi