Keberadaan Kantor BPN lama yang ada di tengah kota sudah tidak memenuhi syarat untuk menampung pemohon yang overload. Dalam sehari, jumlah pemohon bisa mencapai lebih dari 220 orang, belum termasuk kendaraan bermotor yang dibawa.
Akibatnya, arus lalu lintas di Jalan Dokter Soetomo kerap terganggu karena banyak kendaraan yang parkir di sisi kiri dan kanan jalan dekat kantor. ”Kantor BPN lama memang sudah tak layak, banyaknya pemohon yang parkir kendaraan di tepi jalan sangat mengganggu. Apalagi, jalannya sedikit menikung,” ujar Hamzah, warga Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi.
Bangunan gedung baru kantor BPN saat ini, memang agak jauh dari pusat kota. Namun, bangunan baru ini sangat layak. ”Tempat parkirnya luas, tempat pelayanannya juga nyaman. Tapi agak jauh dari pusat kota,” jelasnya.
Yang menjadi keluhan banyak orang, kata Hamzah, jalan masuk menuju kantor baru BPN itu kondisinya rusak parah. ”Mestinya karena ini kantor pelayanan publik, sarana jalannya minimal diperbaiki. Apalagi, juga bukan akses jalan utama,” katanya.
Setiap warga yang hendak mengakses layanan di Kantor BPN Banyuwangi di Jalan Boediono No 50, Kelurahan Singotrunan, Kecamatan Banyuwangi itu, hampir bisa dipastikan mengeluhkan soal jalan berlubang,”Kalau jalannya mulus mungkin lebih nyaman,” ucap Hamzah.
Kepala BPN Banyuwangi Budiono mengatakan, kondisi kantor BPN lama memang sudah tidak memenuhi syarat. Ruang tempat pelayanan dan penyimpanan dokumen juga terbatas. Untuk menyimpan dokumen saja harus ditumpuk-tumpuk karena sudah tidak ada tempat. ”Kalau di kantor baru ini untuk gudang penyimpanan dokumen atau berkas ada ruangan khusus yang sangat representatif dan luas,” katanya.
Dalam sehari, lanjut Budiono, berkas yang masuk di kantor Pertanahan Banyuwangi berkisar antara 150–220 berkas. Jumlah itu berasal dari mereka yang langsung yang datang ke kantor. ”Ada juga permohonan lewat online yang jumlahnya mencapai 150 permohonan,” katanya.
BPN sudah menambah loket baru untuk pengurusan sertifikat yang diurus sendiri oleh pemohon. ”Kalau di kantor lama meski gedungnya di tengah kota, tapi cukup sempit bagi masyarakat yang hendak mengakses layanan,” terangnya.
Keberadaan kantor baru ini juga ditunjang dengan lahan parkir yang luas. Juga tersedia fasilitas toilet dan tempat ibadah memadai berupa masjid. Ruang tunggu layanan juga kini lebih nyaman.
Tidak hanya itu, imbuh Budiono, pihaknya terus mengupayakan layanan prima kepada masyarakat. Guna memaksimalkan dalam memberikan layanan administrasi pertanahan bagi masyarakat, pihaknya kini membuka 12 loket pelayanan. Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk optimalisasi layanan dengan tidak bersandar dengan pola lama, tetapi mengedepankan paradigma baru atau new public service.
Pelayanan ini berlaku untuk pendaftaran pertama kali hingga penanganan masalah pertanahan. Sehingga, layanan yang diberikan mengutamakan kenyamanan bagi para pemohon dengan memberikan layanan ramah tidak hanya dari fasilitas yang disediakan, tetapi mendorong terciptanya hubungan harmonis antara pemberi dan penerima, serta menerapkan transformasi digital. ”Dengan fasilitas kantor baru ini, kami terus berkomitmen memberikan layanan terbaik ke masyarakat,” tandas Budiono. (ddy/bay/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono