Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Menyambut Kepulangan Ayumi Putri Sasaki, Anggota Paskibra Asal Banyuwangi

Syaifuddin Mahmud • Kamis, 1 September 2022 | 21:02 WIB
DISAMBUT BAK PAHLAWAN: Ayumi Putri Sasaki mendapatkan ucapan selamat dari komunitas sosial ibu-ibu setelah tiba di rumahnya Jalan Rinjani 29, Kelurahan Singotrunan, Selasa (30/8). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
DISAMBUT BAK PAHLAWAN: Ayumi Putri Sasaki mendapatkan ucapan selamat dari komunitas sosial ibu-ibu setelah tiba di rumahnya Jalan Rinjani 29, Kelurahan Singotrunan, Selasa (30/8). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
RADAR BANYUWANGI – Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) asal Banyuwangi, Ayumi Putri Sasaki, akhirnya pulang ke rumahnya di Jalan Rinjani, Nomor 29, Kelurahan Singotrunan, Banyuwangi, Selasa (30/8). Kedatangan Ayumi disambut bak pahlawan.

Puluhan orang, mulai dari keluarga, kolega, hingga pejabat pemerintahan menyambut kedatangan dara berusia 17 tahun tersebut. Gadis dengan tinggi badan 169 sentimeter itu tampak menebar senyum ke semua orang yang datang. Lagu Umbul-Umbul Blambangan juga terdengar kencang mengiringi langkah kaki pasukan delapan penurunan bendera di Istana Merdeka pada tanggal 17 Agustus lalu.

Dengan senyum ramah, Ayumi menerima puluhan orang yang mengajaknya untuk berfoto bersama.

Ayumi terbang ke Jakarta sejak 15 Juni lalu. Sejak saat itu, siswi SMAN 2 Taruna Bhayangkara itu menjalani karantina. Semua komunikasi dari dunia luar diputus. Ayumi dan semua anggota paskibra tak boleh memegang ponsel selama lebih dari dua bulan. Bahkan, ketika di Banyuwangi ramai kabar tentang Ayumi yang akan dijadikan pembawa baki pada upacara HUT ke-77 Kemerdekaan RI, Ayumi mengaku tak tahu-menahu.

Memang, 34 paskibra putri semuanya berkesempatan untuk berlatih membawa baki. Namun, Ayumi tak menyangka akan terpilih sebagai pembawa baki. Baru setelah tanggal 17 Agustus pukul 07.00 keluar pengumuman. Dia terpilih membawa baki pada upacara penurunan bendera di Istana Merdeka.

”Sempat nangis saat itu. Dari awal saya takut mengecewakan. Apalagi, harapan semua orang saya bisa menjadi pembawa baki di upacara pengibaran Sang Saka Merah Putih. Ternyata saya bergabung dengan tim Pancasila Sakti yang bertugas sore harinya sebagai pembawa baki,” kata Ayumi.

Kelegaan dan kebahagiaan saat itu juga dirasakan ibu dari Ayumi, Agusnita Fitriyani, 41. Dia mengatakan, sejak tanggal 15 Agustus, foto-foto Ayumi membawa baki tersebar di media sosial. Dengan narasi seolah Ayumi sudah pasti terpilih sebagai pembawa baki. Wanita yang akrab disapa Nita itu mengaku khawatir jika nantinya tak sesuai kenyataan. ”Saya sempat minta klarifikasi ke gurunya di Smadatara, tapi mereka meyakinkan. Guru-guru justru minta doa supaya jalan Ayumi lancar,” kenang Nita.

Menjadi petugas pembawa baki di upacara resmi benar-benar menjadi pengalaman luar biasa bagi Ayumi. Dia harus berhadapan langsung dengan para pejabat negara, termasuk Presiden Joko Widodo. Alumnus SMPN 1 Banyuwangi itu mengaku sempat terkejut dengan pelaksanaan upacara tanpa masker. ”Harus konsentrasi dan selalu tersenyum selama proses membawa baki. Padahal, selama latihan full pakai masker. Latihan sudah matang, semuanya berjalan lancar,” tuturnya.

Photo
Photo
HARUMKAN BANYUWANGI: Ayumi saat membawa baki bendera merah putih dalam upacara 17 Agustus di Istana Negara, Rabu (17/8). (Eny for Radar Banyuwangi)

Ayumi menceritakan, saat mengikuti upacara HUT RI di Istana Merdeka, Ayumi juga melihat Farel Prayoga yang tengah asyik menghibur Presiden dan para pejabat pemerintahan RI. Saat itu, Ayumi mengaku sudah cukup lelah karena harus terus bersikap sempurna sepanjang acara.

Begitu mendengar suara Farel menyanyi, sulung dari dua bersaudara itu langsung merasa fresh. ”Capeknya hilang dengar Farel nyanyi, cuma gak bisa ikut joget seperti yang lainnya,” ucap Ayumi sembari tertawa.

Setelah menuntaskan tugas sebagai pengibar bendera, Ayumi dan anggota paskibra lainnya mendapatkan kesempatan selama sepuluh hari mengunjungi beberapa tempat penting di Jakarta, termasuk Mabes TNI dan Polri. Di sana, Ayumi sempat bertemu dengan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Kesempatan itu menjadi momen yang cukup membanggakan bagi dirinya. Apalagi, Ayumi berkesempatan menyampaikan cita-citanya untuk bisa masuk Akademi Kepolisian (Akpol) di hadapan Kapolri. ”Sama Pak Kapolri diberi nasihat, supaya menjaga kesehatan, mental, dan rajin belajar supaya bisa masuk Akpol,” ucapnya

Setelah berkeliling ke beberapa instansi pemerintahan, Ayumi sempat menjalani pendidikan singkat di Lemhanas selama lima hari. Siswi kelas XI SMAN 2 Taruna Bhayangkara itu mendapatkan badge sebagai salah satu siswa didik dengan usia termuda di Lemhanas. ”Setelah ke Mabes TNI dan Mabes Polri, saya mendapat pemantapan nilai-nilai kebangsaan di Lemhanas,” imbuhnya.

Selama perjalanan, Ayumi mengaku terus dikawal ibunya. Bahkan, ibunya rela menyetir mobil sendiri untuk mengantar Ayumi ke tempat-tempat tujuan. Dua bulan lebih menjalani semua proses, mulai karantina hingga latihan, Ayumi mengaku bobotnya naik hingga 3 kilogram. ”Selama di Cibubur, tidak boleh menyisakan makanan, harus habis. Berat badan dari 60 kilogram, sekarang naik menjadi 63 kilo,” ungkapnya.

Selama berada di Banyuwangi, Ayumi diagendakan berkunjung ke beberapa tempat. Kehadirannya diharapkan bisa menjadi motivasi bagi para generasi muda untuk selalu berprestasi seperti yang dilalui Ayumi. ”Saya ingin punya kesempatan membagikan pengalaman perjalanan selama menjadi paskibra. Semoga bisa menjadi penyemangat untuk pelajar lainnya,” tandasnya. (fre/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud
#agustusan #paskibraka #Ayumi Putri Sasaki #kemerdekaan