Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Batu Akik Booming Lagi, Kolektor Rancang Pameran Lokal hingga Nasional

Syaifuddin Mahmud • Selasa, 28 Juni 2022 | 16:45 WIB
KEMBALI BERGELIAT: Komunitas pencinta akik dan batu mulia menggelar koleksinya di RTH Sritanjung, Sabtu (25/6) lalu. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
KEMBALI BERGELIAT: Komunitas pencinta akik dan batu mulia menggelar koleksinya di RTH Sritanjung, Sabtu (25/6) lalu. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
RADAR BANYUWANGI – Industri kreatif batu akik diprediksi akan kembali booming. Sejumlah kolektor kini mulai pasang strategi untuk membangkitkan kembali kejayaan batu akik maupun batu mulia. Kontes atau lomba batu akik di Banyuwangi kembali digelar.

Suasana areal parkir Ruang Terbuka Hijau (RTH) Sritanjung berbeda dari biasanya akhir pekan lalu. Belasan orang nongkrong di pojok sebelah barat areal parkir sembari menyaksikan pameran akik. Mereka sedang duduk-duduk sembari mengamati hamparan batu akik dan permata yang berkilau.

Meski tidak sebesar pameran pada umumnya, kehadiran berbagai komunitas pencinta akik dan batu mulia yang melapak dagangannya di emperan RTH Sritanjung cukup menarik. Tidak sedikit dari pengunjung RTH yang melihat pameran.

Sesekali pengunjung memegang batu akik dan mengarahkannya ke cahaya matahari sembari bertanya-tanya kepada pedagang. Jika cocok, transaksi dilakukan  tanpa harus malu-malu membuka harga, mulai puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah, bahkan juga jutaan. ”Kalau nilai transaksinya setiap hari berkisar antara Rp 300 ribu sampai Rp 2 juta,” ujar Ainur Rofiq, salah seorang pencinta akik dan batu mulia.

Rofiq mengungkapkan, saat ini jual beli batu akik dan batu mulia di Banyuwangi kembali bergeliat setelah dua tahun sempat terhenti akibat pandemi Covid-19. Seiring berjalannya waktu, masyarakat mulai merindukan hiasan jari berupa cincin dari batu akik dan permata.

Lapak dagangan batu akik dan permata hampir setiap hari digelar di areal parkir sebelah barat RTH Taman Sritanjung. ”Yang paling ramai pada hari Minggu pagi. Yang jualan cukup banyak. Mereka datang dari berbagai daerah di Banyuwangi dan Jawa Timur,” ujar dosen Prodi Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng ini.

Saat ini pihaknya bersama Camat Wongsorejo tengah menggelar pameran di RTH Bajulmati. Event ini diharapkan bisa menjadi wadah bagi penjual, pencinta, atau pun penghobi batu akik dan batu mulia di Banyuwangi.  Pameran juga dihadiri komunitas batu akik dan mulia dari berbagai daerah di Jawa Timur seperti Surabaya, Lumajang, Malang, Bangil, dan berbagai daerah lainnya.

Photo
Photo
(Foto: Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

”Pameran ini dalam rangka menumbuhkan semangat Banyuwangi Rebound, yakni memulihkan ekonomi setelah dihantam badai Covid-19. Selain itu ikut membantu memulihkan ekonomi kreatif masyarakat. Potensi ekonomi kreatif batu akik sangat besar,” ujar anggota HIPMI dan Kadin Banyuwangi itu.

Dalam pameran tersebut akan dipajang aneka jenis batu akik, batu mulia, dan segala aksesorinya. Peserta pameran berasal dari sejumlah daerah di Indonesia. Pameran batu akik yang dibarengkan dengan pameran bonsai tersebut diharapkan mampu menunjukkan pesona keindahan batu akik dan permata. Masyarakat maupun wisatawan yang sedang berlibur ke Banyuwangi bisa datang ke lokasi pameran.

Harga batu akik yang dibanderol cukup variatif. Mulai Rp 5.000 untuk anak-anak hingga jutaan rupiah untuk orang dewasa. Ada juga batu permata yang harganya mencapai miliaran rupiah.

Batu akik yang dipamerkan cukup beragam. Ada yang bercorak tokoh pewayangan, tokoh politik, dan bergambar dewa-dewi. ”Saya cukup senang melihat-lihat batu akik dan batu mulia. Kalau ada yang cocok, tidak menutup kemungkinan ikut membeli,” ujar Toni, salah seorang penghobi warga Singojuruh.

Pameran batu akik dan batu mulia, kata Toni, bisa mendongkrak Banyuwangi sebagai daerah tujuan wisata nasional dan internasional. Selain itu bisa menambah citra daerah bagi pencinta dan penggemar benda seni yang belakangan ini sangat digemari masyarakat luas. ”Kalau pameran kecil-kecilan memang sering digelar para komunitas di Banyuwangi seperti di RTH Taman Sritanjung, Genteng, Pasar Banyuwangi, dan berbagai daerah Kecamatan di Banyuwangi,” katanya.

Jika event ini digelar dengan skala lebih besar, Toni optimistis mampu menggairahkan kembali ekonomi kreatif masyarakat bawah, apalagi bersamaan dengan liburan panjang sekolah. Banyuwangi sebagai tempat tujuan wisata, pasti akan ramai dikunjungi wisatawan. ”Eman kalau dilewatkan begitu saja,” kata Toni. (ddy/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud
#koleksi #batu akik #Pameran #batu mulia #Kontes #banyuwangi