Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Keunikan Vila Kumendung Muncar; Ada 10 Rumah dengan 10 Bentuk Atap Berbeda

Rahman Bayu Saksono • Senin, 13 Juni 2022 | 12:35 WIB
UNIK: Deretan vila dengan bentuk atap yang berbeda di Desa Kumendung, Kecamatan Muncar, Banyuwangi. (Dok. Radar Banyuwangi)
UNIK: Deretan vila dengan bentuk atap yang berbeda di Desa Kumendung, Kecamatan Muncar, Banyuwangi. (Dok. Radar Banyuwangi)
RADAR BANYUWANGI – Banyak bangunan yang menyajikan tema unik. Kali ini, ada vila yang sengaja tampil beda. Di vila tersebut ada 10 bangunan dengan bentuk atap yang berbeda-beda.

Pantai Kumendung terletak di Desa Kumendung, Kecamatan Muncar, Banyuwangi. Untuk menuju ke sana, ada beberapa pilihan rute. Dari arah pusat kota Banyuwangi, bisa saja masuk dari arah Desa Bomo di Kecamatan Blimbingsari. Bisa juga dari arah Muncar, bergerak ke arah utara.

Posisi Pantai Kumendung ini memang jarang dikunjungi masyarakat. Untuk memudahkan mencapai lokasi ini, pada posisi peta di global positioning system (GPS) pantai ini terletak di titik koordinat 8,38’939” Lintang Selatan (LS) dan 114,34’724” Bujur Timur (BT).

Agar kendaraan bisa mudah masuk kawasan pantai tersebut, sebaiknya melewati kawasan tambak udang. Karena itu, kendaraan harus minta izin kantor pengelola tambak tersebut. Ternyata di sekitar Pantai Kumendung terdapat sebuah vila yang sangat unik. Kami tidak menyangka kalau di Kecamatan Muncar ternyata ada sebuah vila yang menarik.

Deretan beberapa vila tersebut bentuknya sangat nyeleneh. Perbedaan utama terletak pada bentuk atapnya. Dari 10 bungalow, masing-masing memiliki bentuk atap yang berbeda.

Menariknya lagi, ada juga vila di sisi utara yang berukuran lebih besar. Tepat di depannya terdapat ada sebuah kolam renang yang cukup luas, dengan view lautan lepas di Pantai Kumendung. Taman-taman dan pepohonan yang tumbuh di sekitar kolam renang, menjadikan kawasan itu tampak begitu asri.

Owner Vila Kumendung Muncar, David Wijaya Tjoek mengaku, di tengah banyaknya model dan bahan genting, pihaknya lebih menggunakan genting berbahan tanah liat. Sebab, kata dia, penggunaan tanah liat akan membuat bagian dalam rumah menjadi tidak panas. ”Tanah liat mampu menahan panas matahari dan membuat area rumah tetap sejuk. Jika malam akan membuat hawa di dalam rumah menjadi hangat,” kata Ketua Kadin Banyuwangi ini.

David menambahkan, Vila Kumendung yang posisinya berada di pinggir pantai harus memperhatikan bentuk atap. Seperti atap segitiga limas yang mempunyai dua bidang segitiga yang saling bertemu dengan garis jurai.

Sementara itu, dua bidang lainnya yang ada di atap limas berbentuk trapesium. Kedua bentuk trapesium itu akan bertemu dengan sebuah bubungan atas. Ketika kita membangun rumah dengan atap model ini, maka rumah akan terlihat lebih modern.

”Atap Vila Kumendung juga ada yang model joglo, atapnya bertingkat yang di mana pada bagian bawah lebih mengarah keluar. Tujuannya agar atap rumah yang menjorok keluar rumah berfungsi cahaya matahari yang masuk tidak terlalu banyak, sehingga ruangan akan terasa dingin,” kata David. (bay/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono
#baja ringan #Atap Kayu #atap #Daun Kelapa #Atap Beton #Daun Rumbia #Peneduh #asbes #payung #Galvalum #genteng #atap genting